Bayi yang Dibuang Itu Akhirnya Meninggal Dunia

0
833
HANYA SEHARI : Tampak bayi malang yang sengaja dibuang orang tuanya, meninggal dunia, Selasa dini hari (10/1). (Foto: Yuslih Anwar)

TOLITOLI – Bayi berjenis kelamin perempuan yang dibuang orang orang tuanya di sekitar SDN 17 Kelurahan Panasakan Kecamatan Baolan Kabupaten Tolitoli, dan ditemukan sekitar pukul 17.00 wita hari Minggu lalu dalam kondisi bernyawa, Selasa dinihari (10/1), akhirnya meninggal dunia saat mendapatkan perawatan secara intensif oleh tim medis RSU Mokopido.

Menurut dr Suardi, yang merupakan dokter spesialis anak, menerangkan, kondisi bayi satu jam sebelum meninggal dalam kondisi baik, pengecekan secara keseluruhan menurutnya tidak ditemukan kalainan. Namun tiba-tiba satu jam sebelumnya bayi tersebut mengalami demam yang mengakibatkan suhu badannya panas dan sesak nafas membuat kondisinya drop dan sempat muntah darah.

” Kami terus memberikan perawatan, namun karena kondisinya terus mengalami penurunan, nyawanya tak tertolong lagi. Jika melihat kondisinya, bayi ini mengalami infeksi yang cukup parah,” terang dr Suardi, saat dimintai keterangannya.

Dijelaskan dr Suardi lagi, sesaat setelah bayi yang sengaja dibuang orang tuanya tersebut dinyatakan meninggal, jenazahnya langsung dibawa pulang menuju kediaman ketua DPRD Tolitoli.

” Memang ada keinginan untuk mengadopsi anak itu. Makanya saat kami tangani, beliau (Ketua DPRD red) meminta saya untuk terus memberikan laporan kondisi kesehatan bayi ini. Jadi, ketika mengalami kondisi buruk saya langsung menghubungi pak ketua. Karena memang bayi ini tidak punya keluarga, sehingga dibawa pulang oleh pak ketua,” beber Suardi.

Amatan Radar Sulteng di kediaman ketua DPRD, bayi malang tersebut langsung ditempatkan di ruang musalah sesaat sebelum dimandikan. Puluhan warga termasuk istri Wakil Bupati Tolitoli, kepala UPTD Samsat, serta beberapa anggota DPRD dengan wajah sedih tampak mengunjungi kediaman dan mengucapkan doa untuk bayi tersebut.

Sekitar pukul 01.00 wita, Selasa dini hari, usai dimandikan, mayat bayi tersebut kemudian dikafani, selanjutnya disalatkan, lalu dibawa menuju pemakaman umum Tuweley dan dimakamkan langsung oleh ketua DPRD dibantu oleh dua ustadz.

Berdasarkan keterangan yang berhasil dihimpun media ini, bayi tersebut ditemukan pertama kali oleh seorang anak SD bernama Clara saat melintas disekitar TKP hendak mengikuti latihan karate.

“Awalnya si anak ini (Clara Red) lewat disekolah situ, (SDN 17 red) dia liat kantongan warna hitam bergerak-gerak, karena takut, dia panggil teman-temannya. Dia kore-kore pake kayu, mungkin dia kira kucing, ternyata isinya bayi masih hidup. Saya yang kebetulan dapat laporan itu lebih dulu, langsung datang ke sana. Saya buka, ternyata bayinya masih lengkap dengan ari-arinya,” turur Yulince saat dimintai keterangan Selasa kemarin.

Ia menuturkan, saat menemukan bayi sekitar pukul 16.50 wita tersebut, mendapati bayi malang tersebut dalam kondisi kulit sangat pucat, selain masih lengkap dengan placenta, dileher bayi juga ditemukan kaos kaki warna putih.

” Tali pusatnya masih satu dengan plasenta, dilehernya terlilit kaos kaki warna putih,” imbuhnya. Dari pihak kepolisian, hingga saat ini pelaku pembuang bayi tersebut belum ditemukan dan masih terus diselidiki oleh pihak kepolisian. ” Sampai dengan sore ini belum ada informasi dan keterangan dari Reskrim. Kalau pelakunya sudah ditemukan,” jelas Kasubag Humas Polres Tolitoli, Iptu Kinsale, saat dikonfirmasi Selasa kemarin.(yus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.