Tolitoli Disiapkan Jadi Pusat Pelestarian Duyung

0
289
LANGSUNG PRAKTIK: Peserta pelatihan metode survei dan pemantauan dugong dan lamun yang langsung melakukan praktik di lapangan, akhir pekan kemarin. (Foto: Agus Sudaryanto)

TOLITOLI– Kabupaten Tolitoli tengah disiapkan untuk menjadi pusat pelestarian dugong atau ikan duyung, serta padang lamun. Kedua mamalia laut itu, merupakan satwa yang dilindungi, karena populasinya makin terancam.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Kelautan dan Pelabuhan Wilayah I Dinas Kelautan dan Perikanan Sulteng H Agus Sudaryanto, APi, MM, berharap Kabupaten Tolitoli, kelak bisa menjadi wilayah yang nantinya dijadikan semacam dugong center. Tujuannya, untuk melestarikan hewan langka tersebut.

“Untuk menjadikan Tolitoli sebagai kawasan habitat yang dilindungi bagi kedua spesies ini, kami siap melakukan kerja sama untuk mewujudkan program ini agar berjalan sukses,” kata Agus Sudaryanto, di Pelabuhan Kawasan Pelabuhan Perikanan Pantai Ogotua, Tolitoli, Minggu (5/2).

Agus mengatakan, baru beberapa hari yang lalu telah dilaksanakan pelatihan metode survei dan pemantauan dugong dan lamun. Kegiatan yang digelar yakni Dugong and Seagrass Conservation Project (DSCP). Berlangsung selama tiga hari sejak 5 Februari 2017, tujuannya untuk meningkatkan kesadaran nasional dan penelitian tentang dugong dan lamun.

“Pelatihan diikuti 40 peserta yang berasal dari perwakilan pemerintah daerah dan masyarakat dari empat lokasi percontohan pelestarian dugong dan lamun yaitu Alor, Nusa Tenggara Timur, Kotawaringin Barat (Kalimantan Tengah), Bintan (Kepulauan Riau) dan Tolitoli (Sulawesi Tengah), serta perwakilan dari Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Padang, Pontianak, Denpasar dan Makassar,” ungkapnya.

Menurut Agus Sudaryanto, bahwa kegiatan pelatihan metode survey tersebut, merupakan seri lanjutan pelatihan serupa yang digelar pada tingkat nasional di Jakarta, pada 30 Januari sampai 1 Februari 2017 yang lalu.

Terkait kegiatan konservasi dugong, menurut Agus bahwa lokasi di Tolitoli sangat strategis dan berada di depan Pulau Lingayan, salah satu pulau terluar Indonesia. Pelestarian dugong dan lamun ini akan berdampak baik bagi kelestarian dugong dan lamun serta perekonomian masyarakat setempat.

“Kami berharap kawasan pelestarian dugong dan lamun ini dapat diintegrasikan dengan berbagai kegiatan yang mendukung upaya konservasi serta peningkatan kesejahteraan nelayan setempat,” kata Agus.(hnf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.