Inventarisasi Lokasi Pembangunan Bandara Balut Mulai Dilakukan

2
856
Ilustrasi (@hubud.dephub.go.id)

BANGKEP – Kantor Pertanahan Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) mulai melakukan inventarisasi subjek dan objek lokasi pembebasan tanah yang digunakan untuk pembangunan bandara di Kabupaten Banggai Laut (Balut) yang direcanakan di Desa Kendek, Kecamatan Banggai Utara.

Inventarisasi baru mulai dilaksanakan awal Februari 2017 setelah Kepala BPN Provinsi Sulteng menunjuk Kepala Kantor (Kakan) Pertanahan Kabupaten Bangkep sebagai ketua pelaksana pengadaan tanah lokasi bandara baru tersebut pada 19 Januari 2017.

Kepala BPN Bangkep Nicodemus mengatakan pada pertemuan awal dengan masyarakat Balut, dihadiri sekitar 100 orang lebih yang memiliki tanah di lokasi tersebut. Lokasi pembangunan bandara direncanakan di Desa Kendek, di atas lokasi seluas 227 hektar dari 300 hektar .

Mengingat bandara merupakan fasilitas untuk kepentingan publik, maka mekanisme pengadaan tanah mengacu pada UU nomor 2 tahun 2012 tentang pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum.

Tahapan pengadaan tanah yang diatur dalam UU mulai penyiapan pelaksanaan, inventarisasi dan identifikasi, penetapan penilai, musyawarah penetapan bentuk kerugian, pemberian ganti kerugian, pelepasan objek pengadaan tanah, pemutusan hubungan hukum antara pihak yang berhak dengan objek pengadaan tanah, serta pendokumentasian peta bidang, daftar nominatif dan data adminsitrasi pengadaan tanah. Kemudian melangkah ke tahap selanjutnya penyerahan hasil pengadaan tanah.

Tahapan yang berjalan sejauh ini baru mulai dilaksanakan inventarisasi subjek dan objek. Masyarakat yang memiliki bukti kepemilikan tanah, baik itu sertifikat serta tanda bukti dokumen kepemilikan lainnya diakui oleh pemerintah.

Mengikuti tahapan dalam UU tersebut jelas Nico, pemerintah menunjuk jasa tim penilai pertanahan independen yang melakukan tugasnya melakukan penilaian harga tanah berdasarkan luas lokasi, tanaman dan bangunan  gedung yang berada di dalamnya.

”Tidak hanya berdasarkan NJOP semata, jadi ada asas yang berlaku dalam pembebasan tanah yaitu asas kemanusiaan, keadilan dan kesejahteraan,” jelasnya.

Tahapan pembangunan bandara baru di Balut saat ini sudah masuk dalam tahap pelaksanaan. Setelah sebelumnya melalui tahapan perencanaan dan persiapan yang perizinannya telah selesai dilaksanakan Pemkab Balut.

“Setelah selesai pengadaan tanah maka hasilnya diserahkan ke pemerintah Kabupaten Balut untuk dilanjutkan ke tahapan selanjutnya, yaitu pekerjaan pembangunan infrastruktur bandara. Pengadaan tanah ini kira-kira berjalan 2017 ini sepanjang proses dan tahapannya sudah terpenuhi,” jelasnya.  (bar)

2 COMMENTS

  1. Sedikit koteksi Min… Ada kesalahan judul dan benerapa isinya yang tidak sesuai. Pada judul mengatakan di Bangkep (Banggai Kepulauan), selanjutnya pada isi tulisan ada yg bertempat di Bangkep dan ada Balut (Banggai Laut). Sedikit tambahan bahwa rencana pembangunan yang sebenarnya adalah Kabupaten Banggai Laut, tepatnya di Desa Kendek Kecamatan Banggai Utara.
    Mohon dapat direvisi tulisan ini agar tidak membingungkan pembaca.
    Terimakasih.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.