Pangdam Merdeka Minta TKA di PT IMIP Dikikis

0
351
Pangdam XIII Merdeka, Mayjen TNI Ganip Warsito (kanan). (Foto: http://divif2kostrad.com)

MOROWALI – Maraknya Tenaga Kerja Asing (TKA) yang bekerja di Perusahaan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) yang berada di Kabupaten Morowali, Pangdam XIII Merdeka Mayor Jenderal TNI Ganip Warsito menegaskan para TKA yang bekerja di perusahaan yang ada di bawah naungan PT IMIP harus segera dikikis.

Ganip menyatakan, sekitar dua ribuan TKA yang ada di PT IMIP harus dihilangkan jika kegiatan konstruksi sudah selesai mereka kerjakan. Pasalnya kata Ganip, pemilik perusahaan PT IMIP membawa ribuan warga negara China masuk ke Kabupaten Morowali karena sudah menjadi konsekuensi logis dari sebuah investasi.

“Masuknya TKA disini (PT IMIP, red), dan angkanya naik turun mulai dari seribu lima ratus turun menjadi sembilan ratus dan naik lagi menjadi dua ribu jiwa itu terjadi karena disini ada namanya sifat konstruksi. Nah, setelah kegiatan konstruksi selesai diharapkan tinggal tenaga teknis asal TKA yang bekerja disini. Tapi, yang memang tenaganya masih sangat diperlukan untuk mengawali pekerjaan teknis yang diterapkan perusahaan ini,”ujar Ganip saat meninjau lokasi PT IMIP, pada Jumat (20/2).

Untuk pola kerja yang diterapkan perusahaan PT IMIP, Ganip mengatakan terjadi perbandingan. Dimana, sistem kerja yang diterapkan satu banding tiga belas. Artinya, saat seorang TKA melaksanakan pekerjaan didampingi dengan dua orang Warga Negara Indonesia (TKI).

“Tujuannya adalah, untuk kepentingan TOT (Transfer Of Teknologi). Saya sudah tanya langsung kepada orang China, terkait komunikasi dengan warga negara Indonesia dan cara menggunakan alat. Kata mereka, awal-awalnya sulit tapi lama kelamaan sudah bisa,”jelas Ganip.

Dia juga menambahkan, investasi yang dilakukan warga negara China di PT IMIP berbeda dengan investasi negara lainnya. Karena kata Ganip dirinya melihat, petinggi PT IMIP membawa warga negara China bekerja di perusahaan tersebut dengan tujuan agar proyek perusahaan bisa terlaksana dengan tepat waktu agar tidak menimbulkan kecurigaan.

“Kemungkinan-kemungkinan yang terjadi, seperti adanya TKA ilegal yang namanya spionase kita nggak ngerti. Intinya, kita juga selalu mewaspadai. Salah satunya, kita sudah pasti memasang intelejen untuk melindungi masyarakat, bangsa dan negara kita, “pungkasnya.(fcb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.