Gubernur Longki Beber Capaian Pembangunan Regional Sulawesi

0
358
KEBERSAMAAN: Gubernur H Longki Djanggola yang juga Ketua BKPRS foto bersama dengan pimpinan daerah Sulawesi pada Musrenbangreg di Kota Mamuju, Sulawesi Barat, Selasa (21/2). (Foto: Humas Pemprov Sulteng)

PALU- Gubernur H Longki Djanggola yang juga Ketua BKPRS (Badan Kerja sama Pembangunan Regional Sulawesi), membeberkan capaian pembangunan di wilayah regional Sulawesi pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan Regional (Musrenbangreg) di Hotel D’Maleo, Kota Mamuju, Sulawesi Barat, Selasa (21/2). Ada tujuh poin capaian pembangunan yang disampaikan Gubernur Longki.

Pertama, perbandingan pertumbuhan ekonomi Regional Sulawesi pada 2016 lebih tinggi dari pada nasional yaitu 7,42 persen berbanding 5,02 persen. Kedua, secara hirarki, pertumbuhan ekonomi Regional Sulawesi ditempati Sulawesi Tengah di posisi pertama, sebesar 9,98 persen lalu Sulsel 7,41 persen, Gorontalo 6,52 persen, Sultra 6,51 persen, Sulut 6,17 persen, dan Sulbar 6,03 persen.

Ketiga, nilai PDRB Sulawesi mencapai Rp. 764,76 T sedang kontribusi Sulawesi dalam pembentukan PDB nasional 2016 hanya sebesar 6,04 persen, sangat kecil dibanding Pulau Jawa yang mencapai 58,49 persen. Keempat, jumlah penduduk miskin di Regional Sulawesi per September 2016 berjumlah 2,09 juta jiwa, dan gubernur berharap hal itu jadi perhatian utama pemerintah pusat untuk diintervensi.

Kelima, perbandingan TPT (Tingkat Pengangguran Terbuka) di Sulawesi lebih rendah daripada nasional yaitu sebesar 4,8 persen berbanding 5,61 persen. Keenam, perbandingan IPM (Indeks Pembangunan Manusia) tiap provinsi di Pulau Sulawesi terhadap IPM nasional sangat variatif kecuali Sulut, sebesar 70,39 mengungguli IPM nasional 69,55 poin.

Ketujuh, untuk indikator daya saing, menurut publikasi National University of Singapore tahun 2016, Sulsel berada di peringkat 6, Sulut 9, Sulteng 14, Sultra 16, Gorontalo 21 dan Sulbar 30 dari 33 provinsi yang disurvei waktu itu.

Karena itu, kata Longki, agenda pembangunan Regional Sulawesi ke depan akan fokus ke pembangunan daya saing berbasis keunggulan kompetitif melalui pembangunan SDM dan penguatan infrastruktur sejalan dengan tema yang diangkat. Musrenbangreg 2017 mengangkat tema sentral “Memantapkan Jaringan Infrastruktur Guna Mendorong Investasi Untuk Percepatan Pertumbuhan Ekonomi yang Berkualitas di Regional Sulawesi”

Turut hadir, Menteri PPN (Perencanaan Pembangunan Nasional) merangkap Kepala Bappenas Prof. Bambang Brodjonegoro, Sekjen Kemendagri Dr. Yuswandi A. Temenggung, para gubernur, wali kota dan bupati se Sulawesi beserta kepala-kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah) dan jajaran mitra kerja teknis.(sya/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.