Forest Program III Sulawesi Dimulakan

0
305
Asisten B Elim Somba saat membuka Pertemuan Awal Inception Phase Forest Program III Sulawesi, Selasa (7/3). (Foto: Humas Pemprov Sulteng)

PALU- Gubernur Sulawesi Tengah yang diwakili Asisten Ekonomi, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Dr. Ir. Bunga Elim Somba, M.Sc  membuka Pertemuan Awal (Kick-Off Meeting) Inception Phase Forest Program III Sulawesi kerja sama Direktorat Jenderal KSDAE Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dengan Pemerintah Federal Jerman bertempat di Hotel Santika Palu, Selasa, 7 maret 2017

Dalam sambutannya, Asisten Bunga Elim Somba mengakui,  Sulawesi Tengah dalam kancah perubahan lingkungan global mempunyai peran yang sangat penting selain karena keberadaan hutan alamnya juga karena adanya keunggulan komparatif dengan ditetapkannya Taman Nasional Lore Lindu sebagai kawasan inti cagar biosfer pada tahun 1977 oleh Unesco.

Selain itu, Sulawesi Tengah juga memiliki sumber daya yang melimpah karena adanya sumber daya kelautan dan kemaritiman ditandai dengan keberadaan pulau-pulau kecil dan garis pantai terpanjang di Sulawesi.

Selain itu, sumber daya hutan dan mineral, relief makro daratan yang bergelombang memiliki heterogenitas masyarakat yang tinggi karena keterbukaan serta sejumlah cagar alam, suaka margasatwa, taman wisata alam, taman buru serta Tahura.

Namun demikian, kekayaan alam yang dimiliki belum cukup memadai untuk mengangkat tingkat ekonomi masyarakat secara signifikan karena masih didominasi oleh kegiatan ekonomi yang bersifat ekstraktif terhadap sumber daya alam.

“Dua hal penting yang patut selalu di-ingat pada setiap pelaksanaan proyek adalah aspek keberlanjutan dan rasa memiliki yang biasa disebut dengan ownership. Hal tersebut dikarenakan konsep pembangunan lebih mengedepankan pada pendekatan sektoral dan kurang memperhatikan peran dan partisipasi masyarakat,” jelasnya.

Elim Somba menilai kegiatan konservatif yang semata-mata berfokus pada taman nasional saja tidak cukup jika tidak diikuti dengan kegiatan konservasi dan pembangunan sosial ekonomi di masyarakat sekitarnya.

“Saya telah mendengar, bahwa di Kementerian LHK saat ini sedang dikembangkan suatu program pembangunan kehutanan dengan pola pendekatan integratif dan akan dilaksanakan di Sulawesi Tengah yang diberi nama Forest Program III yang merupakan bentuk pembiayaan kerja sama antara pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Federal Jerman yang akan berlangsung dari 2017 sampai 2023,” sebutnya.

Forest Program III adalah suatu program yang berada di bawah Direktorat Jenderal KSDAE Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Program ini berfokus pada konservasi keanekaragaman hayati di Taman Nasional Lore Lindu (TNLL), rehabilitasi DAS Palu, dan Hulu Lariang serta pemberdayaan masyarakat.

Program ini dilaksanakan dari tahun 2017 sampai dengan 2023, dengan dukungan dana kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Federal Jerman jelas Direktur Pemolaan dan Informasi Konservasi Alam Dirjen Konservasi SDA dan Ekosistem, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Ir. Listya Kusumawardhani, M.Sc.(awl)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.