Tak Punya Biaya, Anak Penderita Tumor Rahang Tak Bisa Operasi

0
481
BERMAIN : Ahad terlihat sedang asik bermain dengan ayah dan ibunya, walau pun menderita tumor di bagian pipi kanannya yang setiap hari semakin membesar. (Foto: Nendra)

SIGI –  Abd Ahad bocah usia satu tahun dua bulan menderita tumor di bagian rahang kanan.

Ayah Ahad, Samsudin Slama, menuturkan sebelum membesar seperti sekarang ini saat lahir, tumor itu berbentuk seperti benjolan kecil di bawah telinga sebelah kanan. Namun hari ke hari, benjolan itu membesar dan kemudian mengeras.

Hal ini pun membuat Slama panik dan membawa anaknya ke Puskesmas terdekat. Dari Puskesmas merujuk Ahad ke Rumah Sakit Tora Belo Sigi. Disana pihak rumah sakit mengaku tidak bisa menanganinya dan merujuknya ke RS Anutapura Palu.

Setelah dirawat beberapa jam, pihak RS Anutapura kemudian merujuknya ke RS Undata Palu. Namun sayang di sana pihak keluarga Ahad mendapatkan jawaban yang sama, karena tidak ada dokter spesialis khusus menangani penyakit tersebut.

Pihak RS Anutapura Palu pun meminta keluarga untuk mengurus BPJS dan Kartu Keluarga, yang mana nantinya akan dirujuk ke rumah sakit yang ada di Makassar.

Namun yang menjadi kendala keluarga saat ini adalah biaya keberangkatan serta makan selama berada di sana, keluarga tidak memilikinya.

Karena untuk biaya sehari-hari saja, Slama hanya mampu menghidupi keluarganya, dengan memberikan makan. Slama yang hanya bekerja sebagai pembuat batu bata, penghasilan yang didapatnya juga tidak menentu.

“Biaya yang sampai saat ini menjadi kendala kami. Takutnya karena biaya tidak cukup anak kami tidak bisa diobati hingga sembuh,” jelas Slama kepada Radar Sulteng di rumahnya, Rabu (15/3).

Selama tinggal di rumah yang berdindingkan papan dan atap rumbia itu, ternyata Slama juga memiliki satu anak yang keterbelakangan mental, anak itu bernama Rival. Anak kedua dari pasangan Slama dan Ronawati itu, saat lahir memiliki tubuh fisik yang normal. Namun saat di usianya memasuki tiga bulan, salah seorang keluarga Slama memasangkan handset ke telinga Rival, akibatnya Rival langsung mengalami kejang-kejang dan kemudian menjadi seperti anak yang keterbelakangan mental.

Slama mengaku sangat membutuhkan uluran tangan para dermawan, yang ingin membantu keluarganya khususnya anak bungsunya yang ingin berobat ke Makassar. Tidak hanya itu batuan serta ukuran tangan Penerintah Daerah, yakni Pemerintah Kabupaten Sigi sangat dibutuhkan keluarga ini, demi kesembuhan sang anak bungsunya itu. Karena kata Slama akibat penyakit tumor yang diderita oleh anaknya itu, membuat fisik tubuh anaknya menurun.

“Biasanya tiba-tiba langsung panas tinggi, karena tumornya itu. Kami berharap penyakit anak kami ini bisa disembuhkan,” pungkas Slama. (ndr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.