Kisah Pilu Bayi Ahad : Jika Tumor Terus Membesar, Sulit Disembuhkan

0
237
DAPAT BANTUAN : Seorang dermawati yang tergugah hatinya memberikan sumbangan kepada Abdul Ahad, bayi penderita Tumor Rahang. (Foto: Nendra)

SIGI – Abdul Ahad balita penderita tumor rahang, saat ini menjalani perawatan di rumahnya, yang berada di Desa Kalukubula Jalan Lando RT 002 RW 008 Kabupaten Sigi. Anak ketiga dari pasangan suami istri Samsudin Slama (43) dan Ronawati (29) itu belum juga mendapatkan perhatian khusus, terutama dalam pengobatan yang rencananya akan dilakukan di Kota Makassar.

Jumat (17/3) kemarin, Ahad terlihat masih berada di rumahnya, dan menjalani perawatan apa adanya dari orang tuanya. Melihat kondisi ini apabila tidak ditangani dengan cepat oleh dokter ahli, dikhawatirkan kondisi Ahad akan semakin memburuk dan tumor yang mengrogoti rahangnya itu semakin membesar. Dan kemungkinan apabila tumor itu semakin membesar, ditakutkan akan semakin sulit untuk diobati oleh dokter ahli sekalipun.

Hal ini diungkapkan oleh Slama ayah dari Ahad. Slama mengatakan, sampai saat ini ia masih menunggu pembuatan BPJS Kesehatan yang mana pembuatannya itu dibantu oleh masyarakat sekitar dan relawan yang peduli terhadap kondisi yang sedang dihadap Ahad dan keluarganya itu. Karena menurut Slama, keluarganya tinggal menunggu pengurusan BPJS yang merupakan suatu syarat agar Ahad bisa dirujuk ke Makassar.

Sementara itu dikonfirmasi terkait hal ini, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinkes Kabupaten Sigi dr Rika F Sakaruddin mengaku, pihaknya saat ini juga membantu terkait keperluan yang dibutuhkan oleh keluarga Ahad. Bahkan sejumlah tim kesehatan sesekali datang ke rumah Ahad, untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dan perkembangan Ahad.  “Dari segi kesehatan sudah ditangani untuk back-up pengobatan dan lain-lainnya. Memang keluarga ini tersandung masalah ekonominya,” jelas Rika kepada Radar Sulteng.

Ia mengaku saat ini memang mengalami kesulitan dalam mengurus rujukan ke Makassar, sehingga pihaknya membantu keluarga untuk mengurus kartu keluarga yang baru di Kantor Desa di mana keluarga ini tinggal. Sedangkan untuk biaya pengobatan dan keberangkatan Ahad bersama keluarga ke Makassar, dikatakan Rika semuanya dibantu tanggungannya oleh pihak dinas.

Sementara terkait kendala pengurusan BPJS, saat ini pihak dinas sudah mendampingi terkait pengurusaannya. Sehingga Rika berharap juga Ahad bisa segera dibawa ke Makassar untuk dioperasi dengan cepat dan bisa sembuh.

“Untuk biaya rujukan ditanggung oleh pihak kami, tapi memang tinggal prosedur yang dilengkapi untuk klaimnya. Untuk saat ini keluarga masih menggunakan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) yang dikeluarkan oleh Pemerintah Desa,” pungkas dr Rika. (ndr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.