Dikira Penculik Anak, Maman Dikeroyok Massa Hingga Tewas

0
116
Warga yang diduga penculik anak, Maman Sudiman, diamuk massa, hingga tewas dan dibawa ke RS Rubini Mempawah untuk divisum, Minggu (26/3) malam. (Netizen for Rakyat Kalbar)

MEMPAWAH – Ratusan orang di Desa Amawang, Kecamatan Sadaniang, Mempawah, Kalbar, menghajar Maman Sudiman (50) hingga tewas. Korban merupakan warga Jalan Ahmad Marzuki, Pontianak Selatan. Ia dituding sebagai penculik anak yang santer dipergunjingkan di media sosial.

Kapolsek Toho, Iptu Gatot Poerwarno, mendapatkan informasi dari Sekretaris Desa Amawang, Supaman, bahwa sejumlah masyarakat mengamankan seseorang di balai desa yang diduga akan melakukan penculikan anak, Minggu (27/3).

“Pukul 16.20, Ka SPK beserta 7 anggota dan lengkap dengan fungsi piket berangkat ke TKP. Saat tiba, anggota langsung mengamankan korban dan melarang masyarakat untuk tidak main hakim sendiri,” ujar Gatot, Minggu (27/3) malam.

Ia menjelaskan, pihaknya berupaya sekuat tenaga melakukan negosiasi dan imbauan. Namun, amarah ratusan masyarakat tak terbendung. Kepolisian pun tak mampu menahan penganiayaan terhadap Maman. “Jumlah massa yang diperkirakan 600 orang tak seimbang dengan anggota, dan di TKP tersebut jaringan signal telepon tidak ada, sehingga kami sulit meminta bantuan untuk memback up,” paparnya.

Kapolsek menuturkan, Maman akhirnya meninggal dunia pada pukul 17.30. Mirisnya, ia melanjutkan, korban yang meninggal sebenarnya hendak mengantarkan beras ke rumah Rusdi di Desa Amawang. “Dan berniat membeli petai untuk dijual ke Pontianak,” ungkap Gatot.

Ia menambahkan, pihaknya tengah menyelidiki dan mencari para pelaku penganiayaan. Sedangkan jenazah Maman divisum di Rumah Sakit Rubini, Mempawah. Merespons hal tersebut, Wakil Bupati Mempawah, Gusti Ramlana meminta masyarakat untuk tidak menelan mentah-mentah isu yang berkembang.

Publik seharusnya dapat menelaah secara mendalam semua informasi yang diterima. “Arif dan bijak lah dalam segala kondisi, situasi yang berkembang saat ini. Terlebih informasi yang diterima melalui media sosial,” pesannya, Selasa (28/3).

Berhati-hati dalam menerima informasi yang berkembang bukan tanpa alasan. Banyaknya isu hoaks yang berkembang, menurut dia, untuk meresahkan masyarakat yang saat ini damai dan tenteram. Karena itu, Ramlana berharap kepada masyarakat, khususnya di Kabupaten Mempawah, bisa melakukan komunikasi kepada pihak-pihak yang berkompeten, seperti kepolisian ataupun pemerintah, untuk memastikan kebenaran kabar yang didapat di media sosial.

“Jika mendapatkan informasi, tentunya kita harus tetap mewaspadai. Namun jangan sampai terprovokasi jika mendapat informasi yang belum tahu arah kebenarannya,” imbaunya.

Selain itu, ia menambahkan, agar masyarakat tidak melakukan tindakan anarkis seperti main hakim sendiri. “Masih ada cari lain yang bisa ditempuh untuk menyelesaikan permasalahan,” ucap Ramlana. Terkait nyawa yang melayang dengan mudahnya dalam pengeroyokan terhadap Maman, ia berjanji segera mengambil tindakan melalui rapat Forkopimda. “Dan kita melihat perkembangan fakta yang ada yang saat ini sedang diproses Polres Mempawah,” pungkasnya.(jpnn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here