DPR RI Harap Operasi Tinombala Tak Hanya Kedepankan Pendekatan Keamanan

0
153
Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Benny K Harman, yang juga Ketua Tim Rombongan Reses Komisi III di Sulawesi Tengah, didampingi Kapolda Sulteng, Rudy Sufahriadi saat memberikan keterangan. (Foto: Agung Sumandjaya)

PALU – Operasi Tinombala yang saat ini masih berlangsung diharapkan berjalan tidak hanya mengedepankan pendekatan keamanan semata, namun juga pendekatan persuasif kepada masyarakat. Hal ini disampaikan Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Benny K Harman, saat melakukan pertemuan bersama Kapolda Sulteng dan Kepala BNNP Sulteng, Rabu (3/5) kemarin, dalam rangkaian reses di wilayah Sulawesi Tengah.

Menurut politisi Partai Demokrat ini, harapan dari Komisi III agar dalam Operasi Tinombala ini, pendekatan keamanan bila perlu diminimalkan. Yang dikedepankan adalah bagaimana menggalang masyarakat sekitar di daerah operasi, agar mau bekerjasama untuk mengajak para sisa DPO menyerahkan diri, dan kembali ke pangkuan NKRI. “Sehingga apa yang jadi idaman kita bersama, yaitu Poso yang damai benar-benar terwujud,” kata Benny, yang datang bersama sejumlah anggota Komisi III lainnya.

Sesuai penjelasan Kapolda, kata Benny, pihak kepolisian dalam Operasi Tinombala ini memang masih fokus pada pengejaran sembilan orang DPO, dengan dukungan anggaran yang tersedia. Sedangkan, untuk penggalangan masyarakat serta keluarga-keluarga para DPO, pihak kepolisian belum didukung anggaran yang cukup. “Hal ini tentu akan menjadi masukan kita ke pemerintah, agar untuk mendukung operasi ini dengan anggaran (penggalangan masyarakat). Permohonannya juga kami minta secepatnya diajukan ke pemerintah pusat juga ditembuskan kepada kami di DPR,” jelas Benny.

Memang kata dia, pengejaran terhadap sisa-sisa DPO kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT), harus mendapat dukungan dari sejumlah pihak. Komisi III kata dia, juga siap mendukung agar operasi ini segera tuntas sesuai dengan target. “Sejauh ini kolaborasi Polri dan TNI dalam operasi juga sudah sangat optimal. Namun masih perlu dukungan dari pihak lain, termasuk dukungan anggaran jelasnya,” tuturnya.

Tidak hanya masalah terorisme, dalam pertemuan yang diikuti sejumlah pejabat Polda Sulteng dan BNNP Sulteng ini, juga membahas permasalahan peredaran narkotika di Sulteng yang sudah mengkhawatirkan. Bahkan telah banyak melibatkan oknum aparat kepolisian. “Kami apresiasi Kapolda ini, selama 2 tahun menjabat, sudah pecat 23 anggota polisi yang terlibat Narkoba. Ini bentuk komitmen bersih-bersih di dalam tubuh kepolisian,” jelasnya.

Terpisah, Kapolda Sulteng, Brigjen Pol Rudy Sufahriadi menyebutkan, bahwa dirinya secara detail telah menjelaskan apa-apa saja hambatan yang dihadapi selama Operasi Tinombala, kepada para anggota DPR RI dari Komisi III ini. Dia juga mengakui, anggaran Operasi Tinombala saat ini memang masih kurang, karena di dalamnya belum termasuk kegiatan penggalangan terhadap masyarakat. “Termasuk masyarakat yang terindikasi Radikal, itu juga perlu kita galang,” kata Rudy.

Pertemuan antara Komisi III DPR RI dengan para pejabat Polda dan BNNP Sulteng ini, berjalan kurang lebih 3 jam setengah. Namun sayangnya, pertemuan tersebut tertutup untuk media. Wartawan hanya diberikan waktu 1 menit untuk mengambil gambar saat sesi pembukaan.  (agg)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.