Masih Ada 143 CJH Belum Lunasi BPIH

0
119
Rombongan calon jamaah haji asal Sulteng tahun 2016 lalu saat tiba di Bandara Mutiara menggunakan bus. Mereka siap diberangkatkan menuju Tanah Suci. (Foto: Abdul Hanif)

PALU – Jumat (5/5) merupakan batas akhir pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahap awal tahun 2017. Data terakhir yang diperoleh koran ini di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Palu menyebutkan, yang melakukan pelunasan BPIH hingga 2 Mei 2017, baru 628 calon jamaah haji (CJH). Sisanya masih ada 143 CJH. Data tersebut belum termasuk CJH lanjut usia (Lansia) dan pendamping.

Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Kota Palu, Abdul Mun’im A Godal menegaskan, bagi CJH yang belum melunasi BPIH pada tahap awal tanpa sebab, terpaksa ditunda keberangkatannya tahun ini.

“Yang belum bayar sampai batas waktu yang ditentukan, bisa bayar tahun depan. Nanti tahun depan juga, baru bisa diberangkatkan ke Tanah Suci. Kecuali yang lambat bayar karena gangguan sistem dari bank, masih bisa ditelorir,”ujar Mun’im dihubungi di Palu kemarin (3/5). Pihaknya sudah melakukan beberapa upaya sehingga CJH bisa melakukan pelunasan.

Menurut Mun’im, ada memang beberapa jamaah yang hendak melunasi BPIH, namun terkendala jaringan. Dan saat melunasi jika sudah melewati batas waktu yang ditetapkan, maka harus membawa surat keterangan gagal sistem dari bank.

Dikatakan, setiap tahun selalu ada CJH yang tidak melakukan pelunasan, sekalipun nomor porsinya sudah masuk. Dan yang berangkat tahun ini, kata Mun’in, ada 10 CJH yang masuk dalam daftar cadangan. CJH cadangan akan diurut sesuai nomor porsi pendaftaran. “Namanya akan dikirim dari Pusat. Diambil dari nomor porsi terakhir yang masuk,” sebutnya.

Mun’im juga menyebutkan, CJH yang akan melaksanakan ibadah haji nantinya akan dilakukan pembinaan. Mulai dari Kantor Urusan Agama (KUA) kecamatan masing-masing hingga kemudian pembinaan secara keseluruhan oleh Kemenag Palu.

“Sebelum kami lakukan pembinaan, calon jamaah haji akan dibina oleh KUA masing-masing kecamatan dulu. Setelah mantap, barulah secara keseluruhan kami yang beri muatan pembinaan. Sehingga sebelum berangkat, persiapannya sudah cukup baik secara lahir maupun betin menuju baitullah,” tutup Mun’im. (saf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.