Giliran Buol Terendam Banjir

0
372
Salah seorang warga di Kabupaten Buol saat keluar dari rumahnya yang telah tergenang air. (Foto: Rusatam Baculu)

BUOL – Hujan yang mengguyur Kabupaten Buol dengan intensitas tinggi  selama tiga hari berturut-turut mengakibatkan puluhan desa di tiga kecamataan terendam banjir. Ketinggian air pun mencapai 1 meter hingga 2 meter.

Banjir terjadi karena meluapnya air sungai di beberapa titik dan masuk menerjang pemukiman warga. Beruntung kondisi ini belum memakan korban jiwa. Sebagian besar warga dievakuasi tim reaksi cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Nasional Daerah (BPBND) dibantu tim SAR Satuan Polres Buol untuk menyelamatkan warga dari rumah masing-masing.

“Air mulai masuk dalam rumah kami sekira pukul empat subuh bertepatan sementara makan sahur, dan sekarang kami sekeluarga dan warga lain mengungsi, bantuan logistik dari pemerintah kabupaten belum ada untuk digunakan,” ungkap warga Desa Negeri Lama, Kecamatan Bokat, Aisia ditemui di tempat pengungsian, Senin (5/6) kemarin.

Camat Bukal, Kasim Butuh Didi, dikonfirmasi mengatakan, untuk Kecamatan Bukal Dua, Desa Biau dan Bungkudu 100 persen terendam air. Seluruh warga sudah meninggalkan rumah mereka untuk mengungsi ke tempat yang lebih tinggi. Dua sekolah terpaksa siswanya diliburkan. Akses poros jalan utama yang menghubungkan Kecamatan Bukal dan Kecamatan Biau dan Bokat Putus sulit dilewati kendaraan kerena arus air cukup tinggi. Warga terpaksa memilih jalan alternatif ke desa lain untuk mencari aman sampai ketempat tujuan, dan kondisi saat ini belum bisa dipastikan untuk keamanan desa-desa lain, karena curah hujan masih cukup tinggi. “Alhamdulillah belum ada korban jiwa begitu juga fasilitas jembatan penyebrangan masih aman,”ujar Kasim.

Sementara itu  Kabid Kedaruratan dan Logistik BPNBD Buol, Alyas Hadi menjelaskan, dari laporan sementara tim TRC di lapangan, kurang lebih 50 desa di enam kecamatan mengalami banjir. Erparah dalam dua tahun terakhir yakni Kecamatan Bokat, Tiloan, Momunu,Biau, Bukal, Bunobogu. Dari sekian desa, 10 di antaranya 100 persen terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 100-200 centi meter, salah satunya Desa Wakat, Kecamatan Momunu serta Desa  Balau Kecamatan Tiloan. Semua warga telah dievakuasi di lokasi pengungsian.

Demikian juga bantuan logistik sudah mulai disalurkan ke desa-desa yang terkena musibah. Di jelaskannya untuk Kelurahan Kampung Bugis dan Desa Negeri Lama banjir merupakan air kiriman atau meluapnya air sungai yang sudah tidak mampu menahan derasnya arus dari hulu sehingga masuk ke pemukiman warga. Lahan pertanian dan tambak warga yang gagal panen disapu banjir. “Sekarang ini tim kami sedang berupaya untuk melakukan tugas dengan baik di lapangan termasuk menyalurkan bantuan logistic makanan dan minuman untuk kebutuhan warga di tempat pengungsian,” tandas Alyas. (tam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.