TNI Kirim Kapal Selam Pantau Perbatasan

0
136
Panglima TNI, Gatot Nurmantyo bersama para pejabat Mabes TNI serta Gubernur Sulawesi Tengah saat mengecek pangkalan kapal selam yang ada di Lanal Palu, Jumat (9/6). (Foto: Agung Sumadjaya)

PALU – Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo menegaskan bahwa TNI sudah mengantisipasi pergerakan teroris dari Marawi, Negara Philipina, jika kemungkinan melarikan diri ke wilayah Indonesia.  Bahkan TNI, telah mengirim kapal selam untuk mengintai pergerakan para teroris tersebut di wilayah perairan Sulawesi yang berbatasan langsung dengan Philipina.

Hal itu disampaikan Gatot saat mengunjungi stasion bantu (Sionban) Kapal Selam Lanal Palu, yang tengah dalam tahap perampungan, Jumat (9/6) kemarin. TNI, kata dia, tidak main-main untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dari ancaman teroris  dari luar Indonesia. “Kita sedang pelajari kondisi di Philipina Selatan, khususnya di Marawi, memang ada kemungkinan mereka lari ke Indonesia,” tuturnya.

Untuk itu disampaikan Panglima, TNI menurunkan satu unit kapal selam menuju perbatasan. Selain itu di pulau-pulau terluar seperti di Pulau Marore dan Miangas, Sangihe, Sulawesi Utara, juga telah ditempatkan pasukan TNI. “Kita lakukan penebalan pasukan di sana,” jelasnya.

Khusus untuk Sionban Kapal Selam yang berada di Kelurahan Watusampu, Kota Palu ini sendiri, belum lama ini juga sudah digunakan untuk bersandarnya satu kapal selam sebelum bertolak ke perbatasan dengan Philipina. Namun demikian, Sionban yang ada ini, belum bisa menyumpali mekanik elektrik atau tenaga listrik ke kapal selam, karena masih akan dilengkapi fasilitas tersebut.

“Pangkalan kapal selam yang ada di Palu ini, memang sangat strategis melihat kondisi ancaman dari luar saat ini. Kita baru punya satu (pangkalan kapal selam) di Surabaya, dan kalau selesai beroperasi ke wilayah Timur harus kembali lagi ke Surabaya. Kalau ada di sini kan, tidak perlu jauh lagi kembalinya,” tutur Gatot.

Pangkalan kapal selam semacam ini, menurut dia, akan dibangun pula di beberapa tempat. Namun tidak sama dengan dermaga kapal selam di wilayah Kota Palu, untuk pembangunannya akan tertutup dan tidak diinformasikan, guna kepentingan strategi keamanan Negara. (agg)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here