Banjir Bandang Salua, Anak Saksikan Ayah Ibunya Tewas

0
205
Jenazah pasutri yang menjadi korban dihempas longsor di Desa Salua Kecamatan Kulawi Kabupaten Sigi, Selasa (11/7). (Source: Group Whatsapp Matahari)

SIGI – Pasangan suami istri (Pasutri), tewas disaksikan anaknya saat dihantam  banjir bandang disertai longsor di Desa Salua Kecamatan Kulawi, sekitar pukul 18.00 Selasa kemarin (11/7).

Lia, warga Salua yang dihubungi malam tadi, mengaku tidak melihat langsung kejadian nahas yang dialami pasangan suami istri tersebut. Namun Lia, mengaku sempat berpapasan dengan keduanya, saat melintas tidak jauh dari lokasi kejadian.

“Saya lihat, keduanya naik motor. Ada anak laki-laki yang duduk di tengah. Tidak lama kemudian, saya lihat ada warga yang teriak, katanya ada orang naik motor yang terbawa air dan longsoran,” katanya.
Dihubungi malam tadi, Lia, mengaku sempat shock, karena nyaris dia yang menjadi korban. “Sebab saya juga mau lewat di tempat itu dan hanya lambat beberapa menit, sebelum kejadian yang menewaskan pasutri malang itu,”tambahnya.

Lia, tidak lagi berpikir untuk mencari tahu identitas kedua korban. Namun dari informasi yang diperolehnya, korban lakilaki bernama Sultan dan perempuan Kusma. Kedua korban beralamat di Jalan Kelor Kota Palu. Sedangkan, anaknya yang selamat informasinya melihat langsung saat kedua orangtuanya ditelan banjir bandang.

Menurut Lia lagi, di wilayah Kulawi, sejak pagi hingga sore diguyur hujan. Lokasi kejadian di Desa Salua, memang sudah ada aliran air yang memotong jalan.

Dia, menduga kedua korban, nekat menerjang air tersebut. Di saat yang sama, ternyata bukan hanya air yang turun dari arah atas gunung, tapi juga bersama lumpur. Dugaan Lia, lumpur dan derasnya air yang menghantam korban sehingga hilang keseimbangan.

“Tapi anehnya, anaknya yang justru duduk di tengah selamat. Waktu saya ke lokasi kejadian, anak yang berumur sekitar 7 tahunan itu menangis sambil teriak panggil mama dan papanya,”katanya.

Informasi lain yang dihimpun Radar Sulteng di lapangan, hujan yang mengguyur wilayah Kecamatan Kulawi sejak pukul 17.00 Wita, membuat sungai yang membatasi antar Desa Salua dan Dusun Sadaunta Kecamatan Kulawi meluap, karena tidak mampu menahan debit air yang tinggi.

Akibatnya jalan trans tersebut terendam dengan air, sejumlah pengendara pun yang melintas harus mengurangi kecepatan akibat genangan air di jalan tersebut. Sekitar pukul 18.00 Wita sepasang suami istri yakni Sultan dan Kusma berserta anaknya, bergerak dari arah utara menuju ke selatan bermaksud ingin kembali ke rumahnya yang berada di Desa Salua.

Tetapi musibah menimpa keluarga ini, tiba-tiba air beserta dengan lumpur datang dari arah gunung dan kemudian menghempas keluarga yang mengendarai sepeda motor itu.

Akibat kejadian ini suami istri itu pun langsung meninggal dunia di tempat, saat dilakukan evakuasi oleh masyarakat setempat. Sementara anaknya berhasil selamat dalam kejadian tersebut.

“Kejadiannya tepat di Gunung Potong jembatan dua,” jelas Ardi salah seorang warga Desa Salua.

Setelah kejadian arus lalulintas sempat macet. Namun berkat bantuan beberapa warga, jalur yang sempat tertutup air dan lumpur, langsung dibersihkan, sehingga kendaraan bisa kembali melintas. Apalagi saat itu, beredar informasi, tidak lama lagi akan melintas rombongan Bupati Sigi yang akan ke Kulawi, untuk menghadiri puncak perayaan HUT Sigi hari ini.(hnf/ndr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here