Home / PERISTIWA / BENCANA / Longsor, Trans Sulawesi Palu-Manado Putus

Longsor, Trans Sulawesi Palu-Manado Putus

Sejumlan kendaraan roda menunggu selesainya pembersihan jalan akiabt longsor di Desa Lamoberi, Palasa, Parimo, Sulteng, Sabtu (15/7). (Foto: Istimewa)

PARIMO – Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Palasa Kabupaten Parigi Moutong, mengakibatkan longsor di desa Lambori jalur Ogomojolo – pangas sehingga jalan Trans Sulawesi Palu – Manado putus, Sabtu (15/7).

Camat Palasa H Nurizal MS saat dikonfirmasi via telepon mengatakan, musibah longsor terjadi sekira pukul 05.00 wita, setelah hujan deras yang mengguyur kecamatan Palasa semalaman yaitu sejak pukul 03.00 dinihari. Akibatnya, jalan Trans Sulawesi yang menghubungkan  Palu – Manado lumpuh untuk sementara.

Kata Camat, terjadi antrean puluhan kendaraan bermotor dari berbagai jenis terjebak macet. Pemerintah kecamatan dan dibantu masyarakat setempat, maupun pihak kepolisian  serta Babinsa berusaha menghilangkan material longsor seperti batu, ranting pohon dan lumpur.

Nurizal menyebutkan, setelah melakukan koordinasi dengan dinas PU, sejumlah alat berat didatangkan ke lokasi kejadian dan membersihkan material longsor. Ada empat alat berat yang didatangkan seperti, dua loder, dan dua ekscavator.

‘’Kami minta bantuan maupun pinjam alat berat dengan syarat mengisi bahan bakar agar jalan cepat terbuka, sehingga antrean kendaraan tidak semakin panjang,” sebutnya.

Lokasi yang terkena longsor merupakan daerah yang biasa dilewati air, karena tidak adanya drainase dan hujan sangat lebat sehingga terjadi longsor. Musibah longsor hingga menutup badan jalan merupakan yang pertama terjadi di Kecamatan Palasa.

“Alhamdulilah sekira pukul 13.15 wita jalan telah bisa terlewati, walaupun dengan perlahan dan secara bergantian. Agar kejadian serupa tidak terulang kembali kami berusaha membuat jalan air,” jelasnya.

Selain itu, setelah seluruh mobil yang terjebak macet lewat, dan kemacetan sudah tidak terlalu parah maka jalan akan ditutup kembali beberapa jam, untuk perbaikan lanjutan agar tidak membahayakan kendaraan yang melintas.

Selain terjadi musibah longsor di Desa Palasa, musibah banjir juga merendam dusun 3, 5 dan 6. Kurang lebih ada 10 rumah yang berada di jalan trans, terendam air sangat parah hingga lutut orang dewasa.

Sementara data yang diperoleh Radar Sulteng menyebutkan, Jalur trans menuju Sulawesi Utara tersebut tertimbun longsor sejauh 200 meter dan menyebabkan arus lalulintas lumpuh. Akibatnya, antrean kendaraan mengular hingga sejauh satu kilometer.

“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Informasi terakhir kondisi jalan sudah bisa dilalui,” ujar Kapolres Parimo, AKBP Sirajuddin Ramli SH, saat dikonfirmasi, Sabtu (15/7).

Dugaan semenatara, longsor terjadi akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut berlangsung kurang tiga jam, sejak pukul 02.00 Wita sampai dengan pukul 05.00 Wita.

Kapolres menambahkan, selain tanah longsor, tingginya curah hujan tersebut mengakibatkan beberapa rumah warga di Dusun Lotoe, Desa Tomini digenangi air setinggi 40 cm. (umi/Iwn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Kasus Dana Desa, Hakim Perintahkan Tahan Mantan Kades

PALU – Mantan Kepala Desa Lintindu, Kecamatan Palele, Kabupaten Buol, Iskandar Karim Pau Sukara telah ...