Puluhan Rumah Dilingkar Tambang Morowali Dikepung Banjir

0
590
Kantor Polsek Bahodopi, saat digenangi air Kamis kemarin (27/7). (Foto: Ist)

MOROWALI-Hujan deras yang melanda Kabupaten Morowali khusunya di Kecamatan Bahodopi pada Kamis kemarin (27/7), membuat beberapa sungai di wilayah lingkar tambang tersebut meluap. Dari informasi yang diperoleh, puluhan rumah terendam banjir.

Dari pantauan Radar Sulteng di TKP, terlihat beberapa badan jalan seperti di Desa Lalampu, Keurea dan Fatufia yang berada di Kecamatan Bahodopi itu terendam banjir yang disebabkan meluapnya sungai.

Bahkan, selain merendam rumah warga, banjir yang mengepung Kecamatan Bahodopi tersebut juga merusak infrastruktur jembatan yang berada di Desa Bahodopi. Soalnya, jembatan yang saat ini masih dalam proses pekerjaan itu putus akibat dihantam derasnya air sungai. Akibatnya, warga sekitar membuat jembatan darurat dengan menggunakan batang pohon kelapa.

Selain itu, kantor pelayanan Kepolisian Sektor (Polsek) Bahodopi juga ikut terendam. Terlihat, air setinggi mata kaki orang dewasa menggenangi seluruh halaman kantor Polsek Bahodopi hingga masuk kedalam ruangan.

Salah seorang masyarakat bernama Asrul saat ditemui disekitar lokasi banjir di Desa Bahodopi mengatakan, banjir tersebut terjadi dikarenakan adanya aktivitas tambang yang merajalela di Kecamatan Bahodopi.

“Banjir ini terjadi, tidak lain karena ulah perusahaan. Coba lihat jadinya, warga yang jadi korban dengan rumah mereka direndam banjir. Harusnya pihak perusahaan bertanggungjawab atas semua kejadian ini,”tegas Asrul, sembari membantu warga yang rumahnya terendam banjir.

Dari data yang diperoleh saat ini, desa yang terendam banjir yang berada di Kecamatan Bahodopi yakni Desa Bahodopi, Desa Keurea, Desa Fatufia, dan Desa Bahomakmur. Keempat desa tersebut, tidak lain yang lokasinya tidak berjauhan dari lingkar tambang yang berada di Kecamatan Bahodopi.

“Akibat pengrusakan hutan karena aktivitas pengerukan sungai Ore oleh pihak perusahaan, jadinya Desa kami terkena dampaknya. Jadi, kalau begini sudah terjadi apa tindakan yang dilakukan pemerintah,”tanya seorang warga Desa Keurea bernama Tofan.

Sementara itu, pihak Polsek Bahodopi saat ini telah terjun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang dilanda banjir. Sampai saat ini, belum ada keterangan resmi dari aparat kepolisian terkait jumlah rumah dan Desa yang terendam oleh banjir tersebut.

“Saya beserta anggota saya, sementara di TKP. Nanti kalau sudah ada hasilnya, saya kabari. Kami dari kepolisian hanya berharap, tidak ada korban dibalik Banjir ini,”ungkap Kapolsek Bahodopi Iptu Suprojo saat dihubungi Kamis kemarin.(fcb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.