Aktivis Geram Tuntut Kapolres Touna Dicopot

0
227
Belasan aktivis Geram menyampaikan tuntutannya di depan Mapolres Polda Sulteng, Jumat (28/7). (Foto: Wahono)

PALU – Belasan aktivis yang mengatasnamakan Gerakan Rakyat Menggugat (Geram) Kabupaten Touna, Jumat kemarin (28/7) mendatangi Mapolda Sulteng. Satu tuntutan mereka meminta agar Kapolres Touna, AKBP Bagus Sutiono SIK, dicopot dari jabatannya saat ini.

Massa aksi ini menuding Bagus telah melindungi bandar Narkoba dan telah mengajak berkelahi masyarakat setempat. Massa aksi yang mengatasnamakan perwakilan masyarakat Touna dan juga Mahasiswa tersebut melakukan aksi untuk menyampaikan kepada Polda Sulteng dengan sikap kepemimpinan yang dilakukan Kapolres Touna sudah melanggar hukum, dimana seharusnya kepolisian sebagaimana di atur dalam Undang-undang nomor 2 tahun 2002 berfungsi dan bertujuan untuk mewujudkan keamanan yang meliputi terpeliharanya keamanan dan ketertiban masyarakat, serta terselenggaranya perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

“Perilaku yang tercela apabila kepolisian justeru menjadi penyebab lemahnya penegak hukum dan menimbulkan keresahan di masyarakat, sebagaimana perilaku yang dilakukan oleh Kapolres Touna AKBP Bagus Sutiono,” ungkap Moh Firda Husain SH, selaku Koordinator Lapangan, dalam orasinya.

Bahkan, Kapolres Touna disebut pernah mengajak masyarakat berkelahi, dan diduga telah melindungi bandar Narkoba, serta melakukan penegakan hukum yang sewenang-wenang. Fakta yang tak terbantahkan setelah Kasat Narkoba Polres Touna ditetapkan sebagai tersangka penerima suap peredaran Narkoba jenis sabu-sabu di Ampana.

“ Tidak hanya itu berdasarkan data yang berhasil dihimpun, bahwa Kapolres Touna secara terang-terangan bermain proyek dan meminta jatah proyek dengan nilai proyek miliaran rupiah, bahkan yang lebih mengerikan Kapolres Touna membawa-bawa nama Kapolda, ” Sebut Firda Husain.

Menurut Firda, langkah yang dilakukan Kapolres Touna adalah perilaku yang telah melanggar kode etik profesi kepolisian serta merendahkan kehormatan dan martabat kepolisian negara. “Kami berharap bapak Kapolda Sulteng untuk segera melakukan tindakan hukum sesuai dengan kewenangannya, kami juga mendesak agar Kapolres Touna dicopot dari jabatannya,” ujarnya. (who)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.