Korem 132 Tadulako Luncurkan Gerakan Aku Cinta Indonesia

0
158
Danrem 132 Tadulako saat menandatangani Piagam Gerakan Aku Cinta Indonesia, di depan Makoram, Selasa (1/8). (Foto: Wahono)

PALU – Komando Resor Militer (Korem) 132 Tadulako meluncurkan gagasan baru melalui gerakan Aku Cinta Indonesia, yang telah dilaunching oleh Danrem 132 Tadulako Kolonel Inf Muh Saleh Mustafa, Selasa (1/8) di depan Makorem.

Peluncuran gerakan tersebut dihadiri Staf Ahli Bidang SDM Moh Faisal Mang mewakili Gubernur Sulteng, Wali Kota Palu, dan Kejati Sulteng Sampe Tuah SH, dengan berbagai kegiatan seperti turun ke jalan membagi pin dan stiker “I Love Indonesia”.

Dalam sambutan Gubernur Sulteng yang dibawakan Staf Ahli Bidang SDM Moh Faisal Mang, menyatakan gerakan Aku Cinta Indonesia untuk menciptakan rasa lebih kecintaan masyarakat kepada negara ini. Gerakan tersebut menjadi simbol-simbol partisipasi pemerintah Provinsi Sulteng untuk menumbuhkan rasa cinta NKRI yang kokoh dan kuat.

“Indonesia adalah negara yang memiliki berbagai macam suku dan budaya, sehingga kegiatan yang diselenggarakan oleh Korem 132 Tadulako ini kami sangat apresiasi karena NKRI adalah harga Mati khususnya wilayah Sulteng yang maju mandiri dan berdaya saing,” ujarnya.

Usai  launching yang dilakukan Danrem 132/Tdl, Kolonel Inf Muhammad Saleh Mustafa mengatakan gerakan Aku Cinta Indonesia ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa persatuan dan kesatuan bangsa. Tentu saja hal ini dapat dicapai dengan menyatukan tekad yang didasari rasa cinta tanah air.

“Sebagai bangsa besar, dan diakui keberadaannya oleh dunia. Sudah sepantasnya kita menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) didasari kecintaan kita terhadap tanah air,” kata Danrem.

Gerakan yang berlangsung selama sebulan yakni dari tanggal 1-31 Agustus 2017 ini dilakukan secara serentak bersama Forkopimda Sulteng, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), Tokoh agama, masyarakat, pelajar dan pemuda di Sulteng.

Menurut Danrem, jika masyarakat Indonesia khususnya Sulteng  memiliki rasa cinta tanah air, pasti tidak mudah terpecah belahkan oleh  paham-paham radikalisme. Karena, paham radikal harus dilawan dan ditepis dengan cara menunjukkan persatuan dan kesatuan.

Gerakan Aku Cinta Indonesia ini mendapat respons positif di masyarakat. Pengendara yang melintas di depan Makorem langsung diberikan pin dan mobilnya ditempel stiker bertuliskan “I Love Indonesia”. (who)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.