Langgar HET, Sudah 555 Pangkalan Nakal Ditutup

0
265
Ilustrasi elpiji 3 Kg. (Foto: Mugni Supardi)

PALU – Penutupan pangkalan sejatinya menjadi peringatan bagi pangkalan yang menjual elpiji tidak sesuai harga eceran tertinggi (HET). Pihak Pertamina tak segan-segan menutup jika menemukan pangkalan yang melakukan hal itu.

Sales Eksekutif Elpiji (SE) V Pertamina Sulawesi Tengah, Bastian Wibowo menyampaikan sejak 2016 hingga 2017, pangkalan yang dinonaktifkan izin penjualannya di Sulawesi Tengah, mencapai 555 pangkalan. Pelanggaran yang paling banyak dilakukan pangkalan, kata Bastian, ialah pangkalan yang menjual elpiji tidak sesuai dengan HET.

“Sudah 555 pangkalan yang kami non aktifkan. Dari dari jumlah tersebut, memang pelanggaran yang paling sering dilakukan ialah terkait HET,” ucap Bastian Wibowo kepada Radar Sulteng di Kantor DPPU Pertamina, kompleks Bandara Mutiara SIS Aljufri, baru-baru ini.

Selain terkait HET, pelanggaran yang sering dilakukan pangkalan kata pria berkacamata itu, ialah pangkalan yang tidak mau mengisi log book atau catatan pembelian yang harus diisi setiap ada pembeli elpiji. Bastian menjelaskan, pangkalan mesti mengisi buku tersebut sebagai data, sehingga diketahui siapa saja pembeli di pangkalannya.

“Pangkalan yang tidak mengisi log book, kita peringatkan. Sudah diperingatkan, diberi teguran, dia tidak menjalankan, yah sudah, tutup,” pungkasnya. (saf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.