TAJUK | Berhasil Kelola Sampah, Sebuah Investasi Politik

0
309
Ilustrasi armada sampah. (Foto: Safrudin)

RUPANYA selama ini Pemkab Buol hanya memiliki dua unit armada sampah yang digunakan untuk pengangkutan sampah ke tempat pembuangan akhir (TPA). Keberadaan dua unit armada ini tentu tidak seimbang dengan volume sampah yang ada. Sudah bisa dibayangkan akibatnya. Akan banyak sampah yang menumpuk di dalam kota dan tidak terangkut ke TPA.

Keterbatasan armada sampah bukan hanya masalah yang dialami Pemkab Buol. Bahkan Pemkot Palu sendiri selama ini terkendala dengan masalah serupa. Belum problem lain, seperti kerusakan armada, sopir yang mogok, hingga tidak tersedianya biaya operasional untuk pembelian bahan bakar minyak (BBM). Padahal sampah yang tidak tertangani baik merupakan masalah bersama seluruh warga di suatu daerah.

Agak sulit mendorong kesadaran masyarakat untuk membuang sampah secara benar jika Pemda tidak mendukung dengan fasilitas yang memadai. Menyediakan TPS yang cukup di setiap kelurahan, mengatur jadwal pengangkutan, hingga menyiapkan armada pengangkut dalam jumlah yang seimbang dengan volume sampah yang dihasilkan dari aktivitas warga. Imbauan kepada masyarakat tentang pentingnya kesadaran lingkungan mesti simultan dengan komitmen pemerintah menyiapkan instrumen pendukung.

Fakta bahwa Kabupaten Buol sejauh ini hanya memiliki dua unit armada sampah dapat dipahami dalam konteks keterbatasan anggaran. Namun mengingat masalah sampah menyangkut kepentingan publik secara langsung dan kebutuhan urgen bagi sebuah ibu kota kabupaten maka kurang tepat jika persoalan keterbatasan anggaran dijadikan alasan. Bupati dan DPRD hendaknya punya kepedulian untuk memprioritaskan hal ini dalam pembahasan APBD.

Bila persoalan sampah tertangani baik, banyak program di sektor lain yang ikut terbantu. Misalnya , gerakan masyarakat hidup sehat. Demikian halnya program-program di sektor lingkungan, seperti Piala Adipura.Terlepas dari itu semua, bupati dan wakil bupati yang berhasil dalam pengelolaan sampah dan penataan lingkungan akan mendapat apresiasi positif dan warganya. Bukankah ini sebuah investasi sosial dan politik yang luar biasa? (**)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.