Ilustrasi (@jpnn)

JAKARTA – Seleksi kompetensi dasar (SKD) berbasis komputer CPNS 2017 baru berlangsung di Kementerian Hukum dan HAM. Namun sudah bisa menjadi parameter bahwa peserta tidak boleh meremahkan soal yang diujikan. Sebab kelulusan SKD sampai saat ini sangat sedikit.

Pelaksanaan SKD CPNS 2017 di Kementerian Hukum dan HAM sudah berlangsung sejak Senin (11/9) lalu. Hingga kemarin siang pukul 14.00 sudah ada 100.520 orang pelamar CPNS Kementerian Hukum dan HAM yang sudah menjalankan SKD.

Hasilnya cukup mencengangkan. Sebab peserta yang dinyatakan lolos nilai ambang batas (passing grade) SKD CPNS 2017 Kementerian Hukum dan HAM hanya 12.222 orang (12,16 persen).

Kepala Biro Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN) Mohammad Ridwan menuturkan BKN menyiapkan sebanyak 20 ribu butir soal. Seluruh butir soal itu kemudian diajak atau dikombinasikan menjadi paket-paket soal ujian. Setiap peserta, meskipun dalam satu ruangan atau satu deret, mendapatkan paket soal ujian berbeda-beda. Ridwan juga mengatakan soal yang diujikan dalam SKD CPNS 2017 sama dengan ujian 2014 lalu.

Dia mengatakan tidak mengetahui butir soal itu. Sebab butir soal itu dibuat oleh tim independen atau konsorsium yang bekerjasama dengan Kementerian PAN-RB. Dia berharap peserta lebih mempersiapkan diri jelang ujian. Banyaknya peserta yang tidak lolos ambang batas SKD, juga mengindikasikan peserta mengerjakan sendiri ujiannya. Tanpa ada bantuan dari pihak manapun.

Menurut analisanya, banyak peserta ujian yang nilainya hancur di komponen tes wawasan kebangsaan (TWK). ’’Jika mau dianalisa lebih dalam, apakah ini terkait mudahnya masyarakat menerima informasi hoax yang memecah persatuan bangsa,’’ pungkasnya.

BKN sudah menetapkan passing grade TWK dipatok 75 poin. Kemudian passing grade untuk tes karakteristik pribadi (TKP) sebesra 143 poin dan tes intelegensia umum (TIU) senilai 80 poin.

Sementara itu pendaftaran CPNS periode 2 (selain Kementerian Hukum dan HAM serta Mahkamah Agung) masih terus berlangsung. Kemendikbud menjadi instansi paling banyak pendaftaranya, mencapai 47.372 pelamar. Disusul Kemenkes (41.148), Kemenkeu (36.629), Kemenhub (22.211), dan Kejagung (22.013).

Sementara itu Lemsaneg merupakan instansi paling sedikit pelamarnya yakni hanya sebelas orang. Kemudian ada Kemenko Perekonomian (52) dan Bapeten (160). (wan)