20 Zetizen Bersaing Menjadi Alpha Zetizen Sulteng

0
547
Agung Dermawan (kanan) saat memaparkan hasil karya positifnya di hadapan dewan juri Zetizen Provinsi Sulteng, Jumat (15/9). (Foto: Wahono)

PALU – Masuk tahap 20 besar para peserta Zetizen National Challenge yang telah memasuki tahap seleksi menjadi lima Zetizen terbaik atau disebut Alpha Zetizen mewakili provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).

Seleksi yang dilaksanakan Jumat (15/9), di Gedung Graha Pena Radar Sulteng, 20 peserta tersebut secara bergantian memaparkan hasil karya positif yang bersentuhan langsung kepada masyarakat di hadapan dewan juri.

Para peserta tersebut berasal dari beberapa sekolah baik tingkat SMP maupun SMA sederajat di Kota Palu. bahkan ada juga yang dari perguruan tinggi. Mereka adalah Vania Qanita Damayanti (16), siswa SMAN Model Terpadu Madani, yang menerangkan sosialisasi dan sharing kejahatan seksual atau pedofilia.

Agung Dermawan (19), mahasiswa Universitas Tadulako (Untad), memaparkan tentang Gerakan Magrib Ceria (GMC). Nor Aliza (18), mahasiswa Untad, memaparkan aksi melestarikan permainan tradisional. Muhammad Aqshadigrama (16), siswa SMAN Model Terpadu Madani, memaparkan membuat kelas harapan (buku dan pensil).

Selanjutnya, Alif Tibia Zuhdi (17), siswa SMAN Model Terpadu Madani, memaparkan tentang stop narkoba, donorkan darahmu. Kemudian, Jevon Edbert Samadi (13), siswa SMPN 1 Palu, memaparkan menyumbang untuk pendidikan Indonesia. Dimas Permana Agung (17), siswa SMAN Model Terpadu Madani Palu, memaparkan tentang melestarikan permainan tradisional.

Selanjutnya, Bayu Andaresta (17), siswa SMAN 1 Palu, terkait aksi memanusiakan remaja dari napza, seks pra nikah, dan menikah, muda di tengah keberagaman.

Peserta lainnya yaitu Fadilah Salsabila Lahay (17), siswa SMAN 2 Palu, mengenai berpartisipasi dalam furanosa mengajar. Kemudian, Muhammad Yudhistira Sanubari (16), siswa SMAN 1 Palu, mengangkat tentang menyosialisasikan six hours without, burning.

Sementara, Rahmawati Salim (19), mahasiswa Untad, memaparkan tentang berpartisipasi dalam aksi eh60+. Rifky Moh (17), siswa SMK Muhammadiyah 1 Palu, tentang aksi anti narkoba.

Moh Akbar Tanjung (20), mahasiswa Untad, berpartisipasi dalam kegiatan berhenti pakai kantong plastik. Aulia Ninda Agustianti (16), siswa SMAN Model Terpadu Madani, mengenai sebarkan pendidikan PHBS hingga ke pelosok. Andriawan Marcelino (19), mahasiswa Untad, tentang kampanye genre sambil goes. Dimas Febrianto Yotolembah (16), siswa SMAN 2 Palu, tentang aksi solidaritas memperingati hari AIDS 2016.

Selanjutnya, Emil Estiawan (19), mahasiswa Untad, terkait berbagi berkah di bulan Ramadan. Wulanmutiaraa (13), siswa SMPN 1 Palu, memaparkan tentang perkenalan sejarah Indonesia, kepada anak usia dini. Didi Yotolembah (15), siswa SMAN Model Terpadu Madani Palu, aksi positif membuat tas dari baju. Dan yang terakhir, Yudit Mardianto (16), siswa SMAN Model Terpadu Madani Palu, memaparkan tentang aksi kampanye dan edukasi sanitasi untuk anak Indonesia.

Hasil dari seleksi yang dilakukan ketiga dewan juri tentunya akan menjadi salah satu impian besar dari 20 peserta yang kesemuanya sangat optimistis menjadi Alpha Zetizen Perwakilan Sulteng hingga Go To New Zealand 2017, yang akan diumumkan di Harian Radar Sulteng edisi 18 September 2017 mendatang. (who)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here