(Source: thehypedgreek.com)

JAKARTA – Kemkominfo memblokir game online Fight of Gods. Permainan itu dianggap melecehkan berbagai agama. Game yang bisa diunduh melalui Steam itu menampilkan pertarungan dengan karakter menyerupai Budha dan Yesus.

Game keluaran PQube ini resmi tidak bisa diakses oleh pengguna internet di Indonesia Kamis sore (14/9). Plt Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kemkominfo Noor Iza mengatakan, Rabu (13/9) lalu Ditjen Aplikasi Informatika telah mengirim email kepada publisher game tersebut, Pqube, untuk memblokir Fight of Gods di Indonesia atau melakukan geoblocking. Kemkominfo memberi tenggang pelaksanaan geoblocking itu selama 2×24 jam sejak email tersebut dikirim.

”Kemarin sore (Rabu). Tepat pukul 15.00, Pqube telah memberi tanggapan atas email kami. Isinya menginformasikan bahwa game Fight of Gods sudah tidak tersedia bagi pengguna di Indonesia,” tutur Noor Iza kepada Jawa Pos kemarin.

Benar saja, saat dicek melalui kanal pencairangame Steam, sudah tidak ditemukan lagi game berjudul Fight of Gods.

Berbeda dengan kasus Telegram Channel yang setelah mengikuti aturan yang berlaku di Indonesia kemudian dibuka kembali blokirnya, untuk kasus satu ini, Indonesia sudah menuntup pintu. Kemkominfo menegaskan bahwa game tersebut tidak akan pernah mendapat izin untuk diakses di Indonesia. “Totally tidak bisa diakses lagi di Indonesia,” ucap Noor Iza.

Wakil Ketua Komisi X (bidang pendidikan) DPR Ferdiansyah merespon positif penutupan akses permainan yang melecehkan agama itu. Dia menegaskan bahwa Indonesia itu negara yang menjunjung tinggi agama dan peradaban. Menurut politisi Golkar itu, game tadi bisa menjadi infiltrasi merusak ideologi Pancasila. ’’Sila pertama Pancasila itu soal ketuhanan. Game itu sangat bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila,’’ jelasnya.

Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Sa’adi menyampaikan apresiasi terhadap langskah cepat Kominfo menutup akses game Fight of Gods itu. Dia mengatakan game yang menyuguhkan baku hantam karakter dewa, nabi, dan Tuhan itu sangat tidak layak untuk dimainkan masyarakat Indonesia. ’’Masyarakat Indonesia sangat menghargai agama,’’ jelasnya. Menurut dia simbol agama apapun yang dianut masyarakat Indonesia, tidak layak untuk jadi materi permainan atau game.

Zainut meminta kepolisian untuk ikut aktif mengawasi peredaran game di tengah masyarakat. Game-game yang berpotensi menimbulkan gesekan SARA sebaiknya langsung dilaporkan ke Kominfo untuk segera diblokir. Kepada para orang tua Zainut juga berharap lebih aktif mengawasi anak-anaknya. Termasuk mengawasi game-game apa saja yang dimainkan anak sehari-hari. ’’Sekarang anak-anak sudah memegang ponsel pintar yang banyak gamenya,’’ pungkasnya. (and/wan/ang)