Karet Jendela Kokpit Kendor, Pesawat Haji Balik ke Balikpapan

0
20
Jamaah haji asal Sulteng terus berdatangan. Giliran kolter 07 yang tiba kemarin (18/9) di Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu. (Foto: Mugni Supardi)

PALU – Pesawat Sriwijaya Air yang dicharter membawa jamaah haji tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 7 asal Kabupaten Banggai Kepulauan dan Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng), harus bertolak kembali ke Bandara Sepinggan Balikpapan setelah terbang selama hampir 10 menit diudara. Keputusan pilot tersebut setelah adanya gangguan di bagian jendela kapten dari pesawat jenis Boeing 737-81Q tersebut.

“Di jendela kokpit itu berisik. Demi keselamatan pesawat balik lagi untuk mengeceknya. Setelah di cek ada seal karet kaca yang sedikit kendor. Jadi sealnya diganti, penumpang di turunkan dulu, kurang lebih satu jam terbang kembali,” kata District Manager Sriwijaya Air Yudhi Tjanning saat di temui di Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu Senin (18/9).

Atas insiden itu, pesawat dengan nomor penerbangan SJ5681 ini molor dari schedule Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Sulawesi Tengah. Karena sesuai schedule harusnya tiba di Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu pukul 07. 30 Wita, namun baru tiba kembali pukul 09.45 Wita.

“Setelah berkoordinasi dengan pihak Bandara Sepinggan pesawat langsung putar balik. Penerbangan lain tidak ikut terganggu,” lanjut Yudhi Tjanning lagi.

Sementara itu, Senin (18/9) kemarin, terdapat 447 jamaah haji asal Sulteng tiba dengan selamat. Salah seorang petugas Sekretariat PPIH Sulteng, Hasnan Habib mengatakan bahwa seharusnya hanya 446 jamaah haji kloter 7 yang tiba kemarin, tetapi ada satu jamaah haji dari kloter 05 yang bergabung karena tertinggal pesawat sebelumnya. Kata dia, kloter 7 ini dibagi dengan tiga Trip penerbangan yaitu penerbangan pertama berjumlah 184 jamaah terdiri dari Kabupaten Banggai dan Touna. Dia mengakui jamaah asal Touna setibanya di Bandara Palu tidak berselang lama langsung diberangkatkan kembali, sedangkan jamaah Kabupaten Banggai sekitar pukul 13.00 Wita baru diberangkatkan, mereka sempat menunggu di Asrama Haji.

“Ada dua jamaah haji di penerbangan pertama ini masih dirawat di Rumah Sakit Balikpapan karena kondisinya yang tidak memungkinkan untuk diberangkatkan yaitu atas nama Hj Sutanti Rahim Nursin (56) dan Hj Djuhuria Moidadi Tato (80), keduanya asal Kabupaten Banggai,” terang Hasnan.

Sedangkan untuk penerbangan kedua kata Hasnan sebanyak 85 jamaah terdiri dari Kabupaten Banggai Kepulauan dan Banggai. Dan penerbangan ketiga sebanyak 178 jamaah terdiri dari Kabupaten Parigi Moutong dan Morowali Utara.

“Masing-masing dua Kabupaten ini berangkat sore kemarin menggunakan bis,” sebut Hasnan.

Dia mengungkapkan, untuk hari ini Selasa (19/9) di Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu giliran kloter 8 dengan tiga trip atau sesi penerbangan yang terdiri dari jamaah asal Kota Palu dan Kabupaten Sigi.

“Penerbangan pertama sebanyak 184 jamaah, selanjutnya 84 jamaah dan ketiga 185 jamaah. Jumlah jamaahnya 454, penerbangan pertama sekitar pukul 10 pagi,” tutup Hasnan. (acm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here