Jalan Tembus Perbatasan Sigi-Luwu Utara Segera Terealisasi

1
624

SIGI– Masyarakat Kabupaten Sigi sebentar lagi sudah bisa menjajal akses jalan tembus ke Kabupaten Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan. Karena rencananya, akhir September ini Pemkab Sigi melakukan groundbreaking (seremoni pencanangan) pembukaan ruas jalan Kalamanta hingga perbatasan Luwu Utara. Jalan yang dibuka ini panjangnya sekitar 15 kilometer lebih.

Groundbreaking pembukaan jalan yang dinamakan ruas Kalamanta-Batas dibenarkan oleh Bupati Sigi, Mohamad Irwan Lapatta SSos, MSi. Kepada koran ini bupati mengatakan, pembukaan ruas Kalamanta-Batas akan diswakelola-kan yang melibatkan dua elemen penting. Yakni jajaran TNI dan masyarakat setempat.

“Alhamdulillah, jalan tembus menuju Kabupaten Luwu Utara segera dikerja. Meski dengan keterbatasan anggaran yang ada, tapi semangat membangun Pemkab Sigi selalu besar,”ujar Bupati Irwan Lapatta di Sigi kemarin (19/9).

Ketika ruas ini sudah terbuka, Irwan menilai dapat menjadi titik start yang bagus. Terlebih lagi akhir Juli lalu, dirinya bersama Gubernur Sulteng sudah menyampaikan program pembukaan ruas jalan Kalamanta-Batas kepada Wapres Jusuf Kalla. Kala itu wapres merespons baik dan menyatakan siap memperhatikan akses jalan tembus Sigi-Luwu Utara melalui support APBN.

“Sigi pakai sistem jemput bola, baik ke Pusat maupun ke provinsi. Terbukanya akses jalan tembus di wilayah perbatasan dapat membawa efek domino yang positif. Bukan hanya untuk Sigi, tapi juga untuk provinsi,” yakin bupati.

Terhubungnya akses darat Sigi-Luwu Utara, dapat memangkas jarak hingga 200 kilometer lebih. Akses ini nantinya menjadi pilihan pertama jika masyarakat Kota Palu dan sekitarnya bepergian ke Kota Makassar. Dan cepat atau lambat, statusnya bakal didorong menjadi jalan nasional Trans Sulawesi. “Ketika akses jalan yang tadinya terisolir kini sudah terbuka, maka kran ekonomi di situ juga terbuka. Kemudian disusul munculnya pemukiman baru. Ini keyakinan kami di Sigi,”ujar Irwan.

Secara teknis, Kadis PU dan Perumahan Kabupaten Sigi H Iskandar Nongtji, ST, MM menjelaskan bahwa pembukaan ruas Kalamanta-Batas merupakan hasil kesepakatan antara Pemkab Sigi dengan Pemkab Luwu Utara pada Februari 2017 lalu. Dalam kesepakatan tersebut masing-masing pemda melalui dinas teknis akan menyelesaikan pembukaan jalan menuju perbatasan di daerahnya. Dan sekarang ini, ujar Iskandar, Luwu Utara telah melakukan pembukaan jalan menuju daerah perbatasan dengan sistem swakelola.

“Yang akan mereka buka kurang lebih 17 kilometer. Baru-baru ini, saya sempat baca statmen kadis PU Luwu Utara di salah satu media nasional terkait pembukaan ruas jalan ke perbatasan. Sama komitmennya dengan Sigi,”ujar Iskandar dihubungi via ponselnya kemarin.

Pemkab Sigi dengan anggaran yang ada di Dinas PU, bertekad bahwa tahun 2017 ini pembukaan/pembangunan ruas jalan Peana-Kalamanta-Batas harus finish. Meski sedikit tertati-tati tapi bukan jadi kendala. Berhubung jalan Gimpu-Peana telah dibuka, maka sekarang konsentrasi pemda tinggal membuka Kalamanta-Batas. “Kami juga berharap dukungan penuh dari masyarakat Sigi. Terutama dukungan dari masyarakat Peana dan Kalamanta, Kecamatan Pipikoro, yang berada di wilayah perbatasan. Dukungan dari jajaran TNI juga sangat membantu kami,”ujar kadis PU Sigi.

Iskandar juga mengungkapkan, sebenarnya PU Sigi telah merencanakan serta mengusulkan anggaran pembukaan ruas Kalamanta menuju perbatasan Luwu Utara. Namun masih gagal disahuti. Sebagai dampak tidak disahutinya kucuran dana di APBD-Perubahan 2017, terpaksa hanya memanfaatkan dana yang ada dan nilainya sangat kecil. Ini bertujuan demi memenuhi harapan dan keinginan masyarakat di daerah perbatasan. “Secara keseluruhan, kami sebenarnya membutuhkan dana Rp15 miliar untuk memelihara, meningkatkan sekaligus menyelesaikan pembukaan/pembangunan jalan di daerah perbatasan,” curhat Iskandar.

Menurutnya, pemeliharaan ruas jalan yang dimulai dari Desa Gimpu sampai Desa Peana, juga tak bisa diabaikan. Apalagi ruas ini sudah dibuka sebelumnya. Pemeliharaan bertujuan supaya kondisi jalan tersebut tetap fungsional dan dapat memberikan pelayanan dan kenyamanan bagi pengguna jalan saat ini hingga ke depannya.

“Dan groundbreaking ruas Kalamanta-Batas akhir September nanti, akan dicanangkan langsung oleh bupati. Untuk pelaksanaan groundbreaking dipusatkan di Desa Peana yang dirangkaikan dengan peletakkan batu pertama pembangunan masjid Desa Peana. Juga ada beberapa acara seremonial dari OPD terkait nantinya,”demikian Iskandar. (ndr)

1 KOMENTAR

  1. Selamat dan sukses atas perjuangannya membangun Kab. Sigi. Terus berjuang dan berusaha, jadikan Kab. Sigi menjadi jalan poros trans Palu-Makassar.

    Selama jalur ini belum tembus sampai ke kota luwu utara (masamba), jangan terlalu berharap akan pertumbuhan Kab. Sigi. Inilah perjuangan utama yg wajib direalisasikan untuk membangun Kab. Sigi dan masyarakatnya.

    In shaa Allah diberkati, amin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.