Morowali Tertinggi PDRB di Indonesia

0
397
Menteri Perindustria RI Airlangga Hartarto (keempat dari kiri) dan Menteri Ristek-Dikti RI Mohammad Nasir (keempat dari kanan), saat berfoto bersama pejabat utama PT IMIP Senin (18/9). (Foto: Moh. Faisal)

MOROWALI-Dua Menteri Kabinet Jokowi-Jusuf Kalla, yaitu Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek) RI H Mohamad Nasir dan Menteri Perindustrian RI Airlangga Hartarto, berkunjung di Kabupaten Morowali, Senin (18/9). Kedatangan dua menteri tersebut, bertujuan untuk membuka kegiatan kuliah perdana bagi mahasiswa Politeknik Industri Logam Morowali.

Kedatangan keduanya di kampus Politeknik Industri Logam Morowali, yang berada di Desa Labota, Kecamatan Bahodopi tersebut, dikawal ketat oleh aparat Polres Morowali dan satuan TNI. Selain bertindak sebagai pembuka kegiatan kuliah perdana, kedua menteri ini juga bertindak sebagai pemberi kuliah umum bagi 96 mahasiswa Politeknik Industri Logam Morowali angkatan pertama ini.

Menteri Perindustrian RI, Airlangga Hartarto menjelaskan, kampus Politeknik Industri Logam Morowali yang difasilitasi oleh Kementerian Perindustrian RI ini bertujuan untuk menyelenggarakan pendudukan guna menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap kerja. Serta, diharapkan dapat melakukan pengembangan riset-riset terapan yang bekerjasama dengan industri.

“Kampus Politeknik Industri Logam Morowali ini, merupakan salah satu best practice (praktek terbaik,red) dalam pelaksanaan pendidikan yang mengusung konsep (hubungan dan cocok,red) dengan dunia industri,”ungkapnya.

Airlangga Hartarto menambahkan, dengan adanya Kampus Politeknik Industri Logam Morowali ini diyakini akan mendukung menggenjot investsi di industri pengolahan logam, khususnya di wilayah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) dan Indonesia bagian Timur. Maka dari itu kata Menteri Perindustrian RI ini, diharapkan kampus Politeknik dapat menghasilkan Sumber Daya  Manusia (SDM) yang terampil dalam memacu pertumbuhan industri di Indonesia, khususnya di wilayah Provinsi Sulteng.

“Saya mengucapkan terimakasih pada PT IMIP, yang berkenan telah menyediakan lahan sekaligus dengan kampus Politeknik Industri Logam Morowali ini. Dengan hadirnya PT IMIP ini membuat Kabupaten Morowali saat ini sebagai daerah tertinggi PDRB (Produk Domestik Regional Bruto, red) di Indonesia dengan mencapai 60 persen, ” ujarnya.

Kemudian, Airlangga Hartarto menambahkan berdirinya kampus Politeknik yang luasnya 30 hektare ini telah dilengkapi dengan fasilitas dan peralatan penelitian yang lengkap. Misalnya, ruang kelas, laboratorium, bengkel kerja, pusat inovasi, gedung direktorat dan perpustakaan. Dengan adanya sarana penunjang itu, Airlangga Hartarto berharap dapat digunakan sebaik mungkin untuk mempercepat proses alih teknologi dan menjadikan sebagai lokasi center of excellence (pusat dari keunggulan) industri nikel di wilayah Timur Indonesia.

“Politeknik Industri Logam Morowali ini, menerapkan pendidikan berkualitas dengan beasiswa dan ikatan kerja. Bahkan, selama satu tahun pertama para mahasiswa akan mendapatkan fasilitas asrama yang disediakan oleh PT IMIP selaku pengelola kawasan industri di Morowali. Pembangunan kampus Politeknik ini, merupakan hasil kerjasama antara Bintang Delapan Group dari Indonesia dengan Tsingshan Group dari Tiongkok, ”jelasnya.

Sementara itu, Menteri Ristek-Dikti RI H. Mohamad Nasir menuturkan bahwa kedepannya mahasiswa dari Politeknik Industri Logam Morowali ini dapat menumbuhkan economic growth khususnya di Provinsi Sulteng, dan umumnya di wilayah Indonesia bagian Timur. Agar mencapai target tersebut, para mahasiswa diharapkan dapat memiliki skil labour (tenaga kerja terdidik).

“Keberadaan kampus Politeknik Industri Logam Morowali ini, sangat perlu didukung dan harus bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya. Sebab, keberadaannya sudah sesuai dengan apa yang menjadi orientasi kebutuhan karena telah menyatu dengan industri. Jadi, saya harap masyarakat lokal harus didorong penuh, dan kemampuannya lebih diasa lagi dalam dunia industri melalui perguruan tinggi Politeknik Industri Logam Morowali ini, ”harapnya.

Selain dihadiri dua Menteri RI ini, kegiatan pembukaan kuliah perdana tersebut dihadiri Wakil Ketua Komisi X DPR RI Ferdiansyah, Chairam PT IMIP Halim Mina, Kepala Dinas Nakertrans dan Dinas Pendidikan Kabupaten Morowali, Kapolres Morowali, serta pejabat utama PT IMIP Site Morowali. Kegiatan ini berakhir pada pukul 16.00 wita.(fcb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.