Ditipu Pemasangan Listrik, Warga  Enam Desa Datangi DPRD Buol

0
294
Suasana aksi damai di kantor DPRD Buol. (Foto: Rustam Baculu)

BUOL – Buntut dari pencabutan meteran  listrik secara paksa  yang dilakukan pihak PLN Buol, puluhan warga  di 6 desa melakukan aksi ujuk rasa dengan mendatangi kantor DPRD Buol, Rabu (20/9).

Kedatangan warga yang mengatasnamakan aliansi anti kegelapan tersebut tidak lain untuk menuntut pihak PLN agar memasang kembali meteran yang sudah dicopot

sejak tahun 2016 lalu. Warga menilai pemasangan meteran listrik di masing-masing rumah sudah dilakukan sesuai prosedur dan telah dibayar.

Kedatangan massa di DPRD Buol, mendapat pengawalan pihak keamanan dengan lancar dan tertib. ‘’Kami minta pihak PLN segara memasang kembali meteran yang sudah dicopot dari rumah-rumah,’’ ungkap Korlap Udin dalam orasinya.

Massa aksi yang datang dari 6 desa yakni, desa Balau, Maniala, Boilan, Monggonit, Air Terang  dan desa Momunu. Dihadapan wakil rakyat Buol tersebut, massa mengaku menjadi korban penipuan pemasangan listrik pada tahun 2016 lalu, yang belakangan dananya tidak masuk ke kas negara sehingga pihak PLN melakukan pencopotan seluruh meteran di desa itu.

Saat mendatangi DPRD Buol,  massa diterima oleh ketua DPRD dan anggotanya. Saat itu juga,  DPRD langsung  menggelar Rapat dengar pendapat (RDP). Dalam rapat tersebut pihak PLN Tolitoli dan Buol langsung dihadirkan untuk menyampaikan alasan-alasan terkait masala tersebut.

Suasana di dalam ruang rapat DPRD sempat memanas karena jawaban pihak PLN yang diwakili asisten manager areal Tolitoli Nyoman Gede Perwita Nagara tidak memuaskan massa aksi. Namun  setelah didesak warga, pihak PLN bersedia memasang kembali meteran listrik yang sudah dicopot di rumah-rumah warga.

‘’Kami tidak tahu sudah tertipu atau tidak yang jelas kami butuh penerangan listrik dan meminta meteran supaya dipasang kembali karena sudah membayar biaya pemasangan jutaan rupiah saat itu,’’ ujar udin.

Sementara itu Ketua DPRD Buol, Lely Yuliawati yang memimpin RDP meminta pihak PLN agar secepatnya melakukan langkah-langkah  untuk menyikapi tuntutan massa aksi supaya tidak berlarut-larut. Terkait dugaan penipuan pemasangan listrik,  pihak DPRD mendukung agar oknum-okbum yang terlibat pemasangan listrik di rumah warga untuk diproses  secara hukum.

‘’Kami minta pihak PLN melakukan upaya hukum kepada oknum yang tidak bertanggung jawab dan jangan warga yang dikorbankan,’’ tandas Lely.(tam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.