Hendak Menolong Gabriel, Delisa Ikut Tewas Tenggelam

0
222
Jasad Gabriel setelah dievakuasi warga. (Foto: Polsek Lembo)

MORUT – Bermaksud menolong Gabriel Mareoli (14), Delisa Ranuntu (33) ikut tewas tenggelam bersama remaja tersebut. Peristiwa duka ini terjadi di Sungai Pu’awu, Dusun Betania, Desa Waopada, Kecamatan Lembo, Morowali Utara, Kamis (21/9) siang.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun Radar Sulteng dari Kepolisian Sektor Lembo, korban pertama tenggelam sekira pukul 09.30 Wita disusul korban kedua sekira dua jam setelah peristiwa pertama. Musibah tersebut langsung direspon Bhabinkamtibmas Beteleme Brigpol Yohan dibantu anggota piket Polsek Lembo.

“Korban tenggelam atas nama Gabriel Mareoli dan Deliza Ranuntu. Jenazah dibawah ke Puskesmas Beteleme sebelum diantar ke rumah duka,” ujar Kepala Polsek Lembo AKP Alfanezt Meidonald Rapar kepada wartawan.

Menurut kesaksian Alex, Valen dan Aswin, awalnya mereka bersama korban Gabriel bermaksud mengisi hari libur di kawasan wisata air Panapa, Betania. Keempat remaja ini sesama murid SMP Negeri 2 Lembo.

Menggunakan sepedamotor, mereka kemudian menuju ke lokasi wisata itu. Alex berboncengan dengan Valen, sementara Gabriel dan Aswin mengendari sepedamotor sendiri.

Setibanya di Panapa, Alex mencuci motor ditunggui ketiga kawannya. Setelah itu mereka menuju warung Mama Abel. Beberapa saat kemudian, Alex dan Aswin menuju ke sungai di belakang warung untuk buang hajat. Gabriel dan Valen lalu mengikuti kedua kawannya.

Sesampainya di sungai, Alex dan Aswin menyebrangi sungai untuk mencari tempat buang hajat. Sementara Gabriel dan Valen berhenti di tepi sungai. Tidak lama kemudian, Gabriel melepaskan baju dan celananya lalu melompat ke sungai.

Saat di dalam sungai, Gabriel berpegangan di cabang kayu, kemudian berjalan dalam air, berenang dan menenggelamkan kepalanya kemudian muncul lagi. Setelah itu melepas pegangannya pada kayu lalu berenang dan menyelam.

“Setelah itu Gabriel tidak muncul-muncul lagi,” urai Alex menceritakan kronologis yang merenggut nyawa kawannya.

Menyadari kejadian itu, Alex dan dua rekannya langsung menuju Betania untuk meminta pertolongan.

Warga Betania saat itu langsung memasang tali di pohon sekitar sungai dengan maksud memudahkan proses pencarian Gabriel. Salah seorang warga yang diketahui adalah Delisa Ranuntu kemudian turun ke sungai sambil memegang tali.

Beberapa saat kemudian, Delisa memberitahukan bahwa dia sudah menemukan jasad Gabriel. Warga lainnya menyarankan Delisa mengikatkan tali ke tubuhnya, namun ditolak dengan alasan sudah berhasil memegang tangan Gabriel.

Namun naas dialami Delisa saat bermaksud menarik tubuh Gabriel yang terperangkap di sela lubang di dalam sungai berarus deras itu tubuhnya juga ikut terjebak di dalamnya.

“Saat ditarik tali yang dipegang Delisa sudah lentur, ternyata dia ikut tenggelam karena arus sungai memang sangat deras,” kata saksi lainnya.

Aparat kepolisian yang ikut dalam proses evakuasi kemudian meminta pertolongan operator ekscavator agar membantu mengalihkan arus sungai dengan cara membendung menggunakan alat berat tersebut. Alhasil, limabelas menit kemudian tubuh kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

“Jasad kedua korban ini ditemukan sekira pukul 11.50 wita,” tandas Kapolsek.

Jasad kedua korban selanjutnya dibawa ke Puskesmas Beteleme untuk divisum sebelum dipulangkan ke rumah duka.

Delisa yang semasa hidupnya mencari nafkah di Waopada rencananya akan diantar ke rumah orangtuanya di Desa Ensa, Kecamatan Mori Atas, Morowali Utara. (ham)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here