Pengiriman TKI Ilegal Asal Touna Digagalkan

0
169
Ilustrasi

PALU – Kepolisian Daerah (Polda) Sulteng bersama Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Sulteng berhasil menggagalkan pengiriman Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal. Tidak tanggung-tanggung, TKI ilegal yang hendak dikirim ke Malaysia tersebut, berjumlah sekitar 12 orang dan merupakan warga Kabupaten Touna.

Rencana pengiriman TKI ilegal ini, terbongkar setelah petugas gabungan dari Ditreskrimsus Polda Sulteng bersama Disnakertrans Sulteng mendapat informasi, terkait sebuah rumah yang dijadikan penampungan para calon TKI. Tidak menunggu lama, petugas akhirnya menggerebek salah satu rumah di Kecamatan Tawaeli dan berhasil menemukan 10 orang TKI, yang didominasi perempuan tersebut.

Dari keterangan calon TKI tersebut, diketahui bahwa mereka direkrut oleh Kartini Dg Sijaya Alias Tini, yang juga ada di rumah tersebut saat penggerebekan. Setelah diperiksa lebih lanjut, Kartini mengakui, masih ada dua orang lagi calon TKI, yang dititipkannya di salah satu kos-kosan di Kelurahan Birobuli, Palu Selatan. Sehingga total seluruhnya calon TKI yang berhasil dikumpulkan sebanyak 12 orang. Seluruh calon TKI yang direkrut sendiri, merupakan warga Kabupaten Touna.

Dikonfirmasi terkait kasus tersebut, Kabid Humas Polda Sulteng, AKBP Hari Suprapto mengatakan, jika dari hasil penyelidikan telah memenuhi unsur untuk menjerat perempuan bernama Kartini Dg Sijaya alias Tini, sebagai tersangka, yang juga berperan sebagai perekrut calon TKI ilegal tersebut. Dalam kasus ini, penyidik lanjut dia menjerat tersangka dengan Pasal 51 junto pasal 103 ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 39 tahun 2004 tentang penempatan dan perlindungan Tenaga Kerja di luar Negeri.

Masih menurut Hari, rencananya 12 orang tersebut bakal diberangkatkan ke Serawak, Malaysia untuk selanjutnya dipekerjakan di perusahaan kelapa sawit. Keduabelas orang calon TKI ini sendiri, rencananya akan dibuatkan paspor umum di Kantor Imigrasi Kota Palu oleh tersangka.

Sementara, keduabelas orang tersebut merupakan warga Kabupaten Touna, yang notabenenya pengurusan keimigrasiannya harus melalui Kantor Imigrasi Luwuk, Kabupaten Banggai. “Syarat untuk mendapatkan paspor sendiri juga harus seizin dari Disnakertras Kabupaten Touna, namun mereka sama sekali tidak melalui prosedur itu. Bahkan tidak ada perjanjian antara calon TKI/TKI dengan perusahaan,” ungkap Hari.

Para calon TKI ilegal ini sendiri, memang sengaja ingin dibuatkan paspor melalui Kantor Imigrasi Palu, karena akan berangkat ke Malaysia melalui Bandara Mutiara SIS Aljufri Palu, kemudian berangkat ke Pontianak, Kalimantan Barat dan menggunakan bus menuju Serawak, Malaysia. Petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti, seperti kartu keluarga masing-masing calon TKI, KTP para calon TKI, akte kelahiran serta kuitansi senilai Rp1,5 juta dan Rp2,5 juta, yang diduga dibayarkan para calon TKI kepada tersangka.

Tersangka Kartini sendiri, kini juga langsung dilakukan penahanan di Rutan Polda Sulteng. Sementara para calon TKI, usai dimintai keterangan diperbolehkan untuk pulang. Lebih jauh disampaikan Hari, penyidik juga masih akan mengembangkan kasus ini, untuk menelusuri apakah tersangka sudah pernah meloloskan TKI ilegal ke Malaysia.

Sementara itu, anggota DPRD Touna, Jafar M Amin, yang dihubungi terpisah, meminta agar kasus pengiriman TKI ilegal yang juga dianggapnya sebagai kasus perdagangan manusia ini, segera diusut tuntas oleh Polda Sulteng. Terutama jaringan pemasok perdagangan manusia ini.

Menurut dia, hal ini merupakan aib terbesar, dan diduga memiliki jaringan yang kuat. Mengingat desa di Pulau Matobuai di Walea Kepulauan Kabupaten Touna adalah desa terpencil dan tidak memiliki signal seluler seperti daerah lain, hingga banyak remaja puteri desa terjerat kasus ini.

Dirinya menduga, pasti sudah ada jaringan perdagangan manusia di wilayah itu, baik terkoneksi dari luar maupun di Touna sendiri. “Karena itu saya meminta jajaran Polda Sulteng bersama Polres Touna mengusut tuntas kasus traficking ini,” tegas Jafar. Jafar sendiri setelah mendapat informasi tersebut, langsung menuju Polda Sulteng untuk melihat 12 warga Kabupaten Touna itu. (agg/mch)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.