Salah satu penampilan beranda situs Nikahsirri.com (Foto: Ist)

JAKARTA – Sekelompok orang yang menyebut Partai Ponsel mendeklarasikan program Nikah Sirri dan Lelang Perawan berbasis aplikasi online. Kementerian Agama (Kemenag) serta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP-PA) menyoroti aplikasi berslogan Mengubah Zinah Menjadi Ibadah itu.

Peneliti Keagamaan Balitbang-Diklat Kemenag Abdul Jamil Wahab sangat menyayangkan deklarasi program Nikah Sirri dan Lelang Keperawanan itu. ’’Yang saya sayangkan itu deklarasi dilakukan di gedung Juang (Menteng, red). Gedung yang sangat bersejarah,’’ katanya di Jakarta kemarin (22/9).

Jamil menuturkan program nikah sirri maupun lelang keperawanan oleh Partai Ponsel itu menyalahi UU 1/1974 tentang Perkawinan. Dia berharap polisi harus bertindak tegas mencegah program nikah sirri dan lelang keperawanan yang dipromosikan secara online itu. Termasuk Kementerian Kominfo harus segera bergerak memblokir website maupun aplikasinya.

Dia menuturkan di era kehidupan bernegara seperti sekarang, pelaksanaan nikah sirri sudah tidak relevan lagi. ’’Nikah sirri itu adalah praktik pernikahan zaman dahulu. Sebelum ada negara dan perundang-undangan,’’ katanya. Ketika sekarang kegiatan pernikahan sudah dilakukan pencatatan oleh pemerintah, maka masyarakat harus mengikuti ketentuan hukumnya.

Menurut Jamil praktik nikah sirri maupun kawin kontrak berpotensi menjadi praktik prostitusi terselubung. Selain itu nikah yang tidak dicatat dalam catatan negara itu, juga berpotensi merugikan pasangan maupun nanti jika sudah dikaruniai anak. Dia menegaskan pernikahan itu adalah kegiatan sakral dan tujuannya untuk membangun bahtera rumah rangga.

Dia menegaskan nikah sirri tidak memiliki kekuatan hukum sebagai perlindungan. Ke depan jauh lebih banyak potensi masalah. Dia menegaskan prinsip hukum Islam itu menghindari masalah. ’’Sedangkan nikah sirri itu berpotensi membuat masalah,’’ jelasnya.

Sementara itu Kementerian PP-PA menyebut program lelang keperawanan dan kawin kontrak adalah bentuk eksploitasi kaum perempuan. Dalam keterangan tertulis, Menteri PP-PA Yohana Yembise menegaskan pemerintah menentang keras praktik lelang keperawanan dan kawin kontrak yang dipromosikan nikahsirri.com.

Dia menuturkan program yang diluncurkan oleh Partai Ponsel itu dimaksudkan untuk mengentaskan kemiskinan. Caranya adalah melelang keperawanan kepada pria berduit. Selain itu juga menawarkan program kawin kontrak atau nikah sirri untuk para janda. ’’Ada iming-iming penghasilan ratusan juta jika mengikuti program ini,’’ tuturnya.

Yohana juga meminta Kementerian Kominfo untuk segera menindak website nikahsirri.com penyebar informasi kawin kontrak dan lelang keperawanan itu. Dia menegaskan masih banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengentaskan kemiskinan. Sedangkan program yang ditawarkan Partai Ponsel itu telah merendahkan martabat kaum perempuan.

Ketua Umum Partai Ponsel Aris Wahyudi menuturkan tidak benar jika gagasannya itu disebut prostitusi terselubung. Dia menuturkan programnya ini berupaya mempertemukan kedua belah pihak. Setelah itu proses pernikahan dilakukan sesuai dengan ketentuan agama Islam.

Dia mengatakan saat ini sudah ada beberapa orang yang mendaftar sebagai mitra. Mitra ini adalah orang yang siap dinikahi secara sirri maupun dilelang keperawanannya. ’’Misalnya ada mahasiswi yang kesulitan keuangan. Padahal ada yang ’’nganggur’’ pada dirinya. Itu bisa kita fasilitasi,’’ jelasnya. Dia meyakini programnya ini bukan sebuah pelanggaran hukum.

Partai Ponsel mendeklarasikan dan mulai promosi program nikah sirri dan lelang keperawanan sejak 19 September lalu. Promosi dilakukan di Gedung Juang Menteng, Jakarta Pusat. Aris mengakui bahwa istilah lelang keperawanan memang belum lazim. Tetapi di masyarakat Jawa ada istilah bukak klambu yang hampir sama dengan proses lelang keperawanan.

Sementara itu Kementerian Kominfo akhirnya bertindak cepat. Kementerian yang dipimpin Rudi Antara itu memutuskan memblokir website www.nikahsirri.com. Pemblokiran itu berlaku efektif kemarin (23/9) sore pukul 16.00 WIB. Namun belum seluruh operator langsung memblokir website tersebut. Hingga tadi malam pukul 19.00 operator yang terpantau sudah memblokir adalah Telkomsel/Telkom.

Plt Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo Noor Iza menuturkan memang belum semua operator langsung memblokir. Beberapa operator sudah memiliki sistem otomatis, sehingga saat keputusan dikeluarkan, maka langsung dilakukan pemblokiran.

’’Kita berharap hari ini (kemarin, red) atau besok (hari ini, red) seluruh operator sudah memblokir,’’ tuturnya. Jadi skema pemblokirannya adalah Kementerian Kominfo menyampaikan permintaan atau request pemblokiran kepada seluruh operator penyedia jasa layanan internet di Indonesia.

Sebelum mencuat website www.nikahsirri.com publik dibuat geger munculnya apliaksi Ayopoligami. Pertanyaan yang muncul kemudian, kenapa sampai ada orang yang membuat aplikasi atau layanan online di luar kelaziman itu?

Psikolog Dr Gazi Saloom menuturkan fenomena ini terkait dengan orang yang memiliki kecenderungan simplifikasi kognitif. Orang-orang dengan kecenderungan itu, sering memecahkan masalah dengan simple. Celakanya solusi yang dimunculkan terkadang menabrak kelaziman di masyarakat. ’’Ini adalah kreativitas. Tetapi kreativitas dalam tanda kutip,’’ jelasnya.

Dia mencontohkan untuk website www.nikahsirri.com itu, diklaim pembuatnya sebagai solusi seks bebas. Misalnya dalam pergaulan pacaran dan sejenisnya. Gazi mengatakan pemecahan solusi seks bebas tidak bisa dibuat simple atau sederhana dengan nikah siri saja. ’’Atau perawan yang tidak punya uang, maka solusinya dilelang saja keperawanannya. Meskipun dengan akad nikah siri, itu diluar kelaziman,’’ tuturnya.

Menurut Gazi sering kali gagasan menyederhanakan persoalan itu bertabrakan dengan norma umum di masyarakat. Psikolog yang mendalami radikalisme itu juga mengatakan, praktik terorisme sejatinya juga buntut dari simplifikasi atau penyederahanaan penyelaian masalah.

Untuk mengatasinya, ada dua pendekatan. Gazi mengatakan dalam jangka pendek pendekatan mengatasi persoalan ini adalah menutup akses informasi atau websitenya. ’’Keputusan Kementerian Kominfo memblokir itu sudah tepat,’’ jelasnya. Tidak hanya itu saja, pembuat website www.nikahsirri.com sebaiknya diajak diskusi untuk menggali pemikirannya. Sehingga tidak diulangi di kemudian hari.

Dia meyakini orang dengan kecenderungan menyederhanakan persoalan ini akan terus bermunculan. Dengan beragam inovasi masing-masing. Untuk mencegah jangka panjang, perlu dilakukan edukasi. Orang-orang semacam ini perlu dibuka wawasannya. Sehingga bisa memecahkan masalah dengan komperhensif. (and/wan)