Home / BERITA PILIHAN / Tewas, Nelayan Diterkam Buaya di Depan Istri

Tewas, Nelayan Diterkam Buaya di Depan Istri

Jenazah korban serangan buaya di sekitar pantai Taman Ria, Selasa malam saat dievakuasi warga dari pantai. (Foto: Mugni Supardi)

PALU – Pantai Taman Ria Jalan Cumi-Cumi, Selasa malam mendadak geger dengan peristiwa penyerangan buaya terhadap seorang nelayan yang diketahui warga Desa Kalora, Kabupaten Sigi, Maninti (60).

Informasi yang dihimpun Radar Sulteng, sekitar pukul 20.30 Wita korban memasang pukat ikan ditemani Istrinya yang diketahui bernama Jalina.

Pukat tersebut sudah terurai sekitar 20 meter kearah tengah pantai . Tiba – tiba di sekitar korban terlihat seekor buaya menabrak pukat yang dipasang Korban. Karena tersangkut di pukat, buaya tersebut kemudian berontak dan menarik pukat yang dipegang korban hingga korban pun ikut tertarik dan tenggelam bersama buaya.

Melihat korban tenggelam dan diserang seekor buaya, istri korban histeris dan meminta tolong orang sekitar. Selama empat jam warga mencoba mencari di sekitar pantai Taman Ria, akhirnya korban terlihat mengapung ke permukaan laut, tidak jauh dari awalnya korban diduga diserang seekor buaya yang terjaring di pukat korban.

Kapolsek Palu Barat IPTU Sudirman, yang berada di TKP mengungkapkan, korban saat menangkap ikan hanya ditemani istrinya. Sekitar pukul 23.30 jenazah korban terlihat setelah senter seorang warga diarahkan sekitar 2 meter dari bibir pantai.

“Saat dievakuasi terdapat ada luka di bagian tubuh korban. Saat ini korban dibawa ke RS Bayangkara Palu, dan dipastikan korban sudah meninggal dunia,” kata Sudirman.

Dikonfirmasi terpisah Kapolres Palu AKBP Mujianto mengatakan pihaknya telah meminta keterangan sejumlah saksi yang ada di lokasi kejadian. “Anggota polisi bersama masyarakat sudah berhasil mengevakuasi jenazah korban dan sudah dibawa ke rumah sakit Bhayangkara,” ujarnya.

Sementara anak mantu korban, Fandi (32), mengatakan masih sempat berbincang-bincang dengan sang mertua sekitar pukul 18.00 Wita di kediamannya, Desa Kalora, Kabupaten Sigi. Dia tidak mengira bahwa pertemuan itu merupakan pertemuan terakhir dengan mertuanya.

“Saya tanya mama (mertua perempuan, red). Bapak jawab sudah di pantai,” kata Fandi ditemui di Ruang jenazah Rumah Sakit Bhayangkara.

Korban diketahui turun bersama istrinya bernama Jalina (50), menangkap ikat dengan memasang jarring ikan di pantai Taman Ria, tepatnya di depan sebuah hotel. Korban yang setiap harinya berprofesi sebagai aparat desa Kalora ini meninggalkan enam orang anak.

Fandi menuturkan, dia baru menerima laporan atas perisitiwa tersebut pada pukul 20.00 Wita. Setelah salah seorang warga yang berinisiatif memberitahu keluarga di Kalora. Fandi menjelaskan, mertuanya memang sering memukat di pantai, paling tidak tiga kali dalam seminggu.

“Kadang pulang tengah malam bahkan sampai dini hari. Ikannya dijual, biasa dimakan untuk keluarga,” lanjut Fandi.

Terkait kronologis kejadian, Fandi belum berkata banyak. Tetapi dari apa yang dia terima dari beberapa saksi, bahwa saat memasang pukat buaya sudah berada di dalam pukat, sehingga sang mertua pun menerima serangan buaya. Kondisi tubuh korban masih tetap utuh, namun memiliki luka robek pada punggung dan kaki.

“Mertua perempuan saya sempat minta tolong,” terang Fandi.

Terpisah, Kepala Seksi Wilayah I Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Tengah, Haruna menambahkan telah menerima laporan terkait warga yang diterkam buaya. Dia mengungkapkan, buaya sampai menerkam si korban karena merasa terdesak dan terganggu, apalagi dari penulusuran saksi bahwa buaya masuk ke dalam pukat warga tersebut. Haruna juga mengingatkan, agar warga tidak beraktivitas di malam hari hingga menjelang subuh di sungai maupun di pantai Talise.

“Karena di jam itu merupakan aktivitas buaya mencari makan, dari jam 5 sore hingga 6 pagi,” jelas Haruna. (who/acm)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Mayat Bayi Mengapung di Sungai Ramba Palu

PALU- Masyarakat Jalan Sisingamangaraja (Sigma) Lorong Simaja 3, tepatnya di sekitar Sungai Ramba Palu, digegerkan ...