Jual Beli Ore Nikel Ilegal Terjadi di Morowali

0
486
Inilah lokasi hilangnya ribuan Ore Nikel yang berada di Desa Lalampu, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali. (Foto: Moh. Faisal)

MOROWALI-Ribuan matrik ton (MT) material tambang (Ore) Nikel milik PT Tridaya Jaya, hilang. Kehilangan Ore milik PT Tridaya Jaya sejumlah 8.000 ribu MT ini, diketahui saat beberapa karyawan PT Tridaya Jaya melakukan pengecekan Ore Nikel yang berada di Jetty milik CV Sinar Bahodopi yang berada di Desa Lalampu, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali.

Dikonfirmasi mengenai hilangnya Ore Nikel sejumlah 8.000 MT pada Senin kemarin (2/10), Manager Site PT Tridaya Jaya Irwan Tanil mengatakan pihaknya sudah melaporkan kejadian tersebut kepada aparat Kepolisian Resor (Polres) Morowali. Irwan sapaan karibnya mengatakan, pihaknya melaporkan kejadian tersebut kepada Polres Morowali pada Jumat 29 September 2017 lalu dengan nomor laporan STPL/87/IX/2017/SPKT.

“Pencurian Ore Nikel ilegal lintas Provinsi sudah marak terjadi di Kabupaten Morowali. Dan PT Tridaya Jaya salah satu korban, dengan hilangnya Ore Nikel sebanyak delapan ribu matrik ton. Kami akan terus mengusut, siapa yang mencuri Ore Nikel PT Tridaya Jaya,”ungkap Irwan.

Usai mengetahui bahwa 8.000 ribu MT Ore Nikel mereka telah hilang, pihak PT Tridaya Jaya langsung mencari tahu siap dalang atas hilangnya Ore Nikel tersebut. Dari hasil pencarian informasi terkait pelaku pencurian Ore Nikel miliknya, PT Tridaya Jaya berhasil mengungkap pembeli Ore Nikel milik mereka.

“Yang membeli Ore Nikel kami yang telah hilang, adalah salah satu pengusaha di Morowali bernama H Rustam. Dari pengakuan H Rustam, dirinya membeli Ore Nikel itu dari H Ridwan. Untuk memastikan siapa pencuri dari delapan ribu Matrik Ton Ore Nickel milik PT Tridaya Jaya, kami masih menunggu hasil pemeriksaan dari Polres Morowali,”jelasnya.

Irwan menambahkan, saat ini aparat Polsek Bahodopi sudah menahan satu unit kapal Takboat dan Tongkangnya beserta para ABK-nya. Takboat beserta tongkang yang bernama TB Harlina 33/BG Soekawati 2716 tersebut, diamankan polisi karena dicurigai memuat Ore Nikel milik PT Tridaya Jaya yang hilang.

“Aksi pencurian Ore Nikel milik PT Tridaya Jaya ini, adalah Ilegal Maining. Para pelaku pencurian Ore Nikel milik PT Tridaya Jaya ini, sudah melanggar hukum. Karena Jetty dan IUP-nya, sudah kadaluwarsa atau tidak berlaku lagi. Jadi, kami berharap aparat Kepolisian mengusut sampai tuntas atas aksi pencurian Ore Nikel milik PT Tridaya Jaya tersebut,”ujarnya.

Irwan yang mewakili PT Tridaya Jaya berharap, agar kerugian yang mereka alami dapan diganti oleh para pelaku dari pencuri 8.000 MT Ore Nikel milik mereka. Akan tetapi, jika hal tersebut tidak disanggupi PT Tridaya Jaya akan melanjutkan sampai ketingkat sidang.

“Kami dari PT Tridaya Jaya sendiri, berharap agar Polres Morowali segera bertindak. Karena, selain Ore Nikel kami telah dicuri aktivitas tambang di Jetty yang ada di Desa Lalampu itu sudah terjadi tindak pidana. Karena, ijin Jetty sudah kedaluwarsa dan IUP sudah tidak berlaku lagi. Intinya, kami berharap kalau memang mau dimediasi kami hanya meminta Ore Nikel kami yang hilang diganti sesuai kerugian yang kami alami,”harapnya.(fcb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here