Home / BERITA PILIHAN / DPRD Palu Ungkap Kejanggalan Peremajaan Taman GOR

DPRD Palu Ungkap Kejanggalan Peremajaan Taman GOR

Rapat Banggar pembahasan APBD 2018 dimanfaatkan anggota DPRD Palu untuk mengungkapkan kejanggalan program Pemkot pada tahun 2017. (Ftoo: Zainudin Jacub)

PALU – Anggota DPRD Palu membeberkan sejumlah kejanggalan  pada pekerjaan   peremajaan Taman GOR yang menggunakan dana APBD sebesar Rp6 miliar .

Dalam rapat Banggar DPRD Palu, Selasa (10/10)  Anggota Banggar  DPRD Palu Danawira Asri menyatakan  kejanggalan  pertama ada pada pemasangan paving di Taman GOR  yang kualitasnya sama dengan yang  di pasang di Taman Vatulemo. Artinya kata Danawira paving yang dipasang di Taman GOR tidak sesuai spek.

Disebut  tidak sesuai spek karena penawaran dari pihak rekanan  mutu beton dari Paving yang dipasang di Taman GOR   adalah K 300. Tapi yang didatangkan adalah Paving dengan mutu beton K 155 sama dengan yang di pasang di lapangan Vatulemo.

Kejanggalan yang lain  kata Danawira, adalah pada papan nama proyek peremajaan Lapangan Vatulemo.

“Anehnya Pada papan nama proyek di Taman GOR  tertulis nama kegiatan adalah  pekerjaan gorong-gorong dan drainase, tapi implementasinya adalah pekerjaan pembuatan taman,” ungkap Danawira.

Kemudian yang paling parah adalah aset, di sana ada lapangan Basket yang merupakan aset Provinsi. Seharusnya kata anggota dewan ini  dihapus dulu aset itu atau ada penyerahan aset kepada pemerintah kota, baru rehab Taman GOR bisa dianggarkan dalam APBD.

“Karena adanya  pekerjaan yang tidak sesuai spek maka kami meminta kepada Dinas PU untuk menyerahkan dokumen-dokumen pemenangan tender untuk menjadi perbandingan bagi kami,” katanya.

Itulah sebab Anggota dewan dari PAN ini meminta supaya pembahasan Rencana Kerja Anggaran (RKA)  dari dinas-dinas ini diperpanjang sementara rapat Banggar dipending dulu.

“Kalau diperpanjang satu minggu tidak cukup, sebab kami harus turun ke lapangan untuk memeriksa pekerjaan dari Dinas-Dinas yang mitra komisi,” kata Danawira.

Pernyataan Danawira ini mendapat dukungan dari anggota Banggar Armin Soputra ST. Armin juga mengungkapkan ada kejanggalan-kejanggalan dari pekerjaan fisik dari Dinas yang menjadi mitra Komisi C.

Hal itu dibenarkan juga oleh anggota Banggar Hamsir BE yang menyatakan masih ada yang perlu dipertanyakan ke Pemkot salah satunya adanya pembangunan  senilai Rp6 miliar di Jalan Muhammad Yamin. “Kami akan pertanyakan median yang bagaimana itu sampai nilainya mencapai Rp6 miliar. Di luar median Rp6 miliar Pemkot juga akan membangun median lain senilai Rp3” katanya.(zai)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Mayat Bayi Mengapung di Sungai Ramba Palu

PALU- Masyarakat Jalan Sisingamangaraja (Sigma) Lorong Simaja 3, tepatnya di sekitar Sungai Ramba Palu, digegerkan ...