Bupati Banggai, Herwin Yatim memukul gong menandai disahkannya kurikulum dan silabus bahasa daerah Balantak dan Saluan sebagai pelajaran muatan lokal di Kabupaten Banggai. (Foto: Steven laguni)

LUWUK – Setelah melalui proses panjang, akhirnya pemerintah daerah Kabupaten Banggai mensahkan kurikulum dan silabus bahasa Balantak dan bahasa Saluan sebagai mata pelajaran muatan lokal di Kabupaten Banggai.

Bupati Banggai, Herwin Yatim sebelum mengesahkan bahasa daerah pada kurikulum pendidikan di kabupaten Banggai, pertama-tama dia mengucapkan terima kasih dan menyambut baik gagasan dinas pendidikan kabupaten Banggai dibawa pimpinan Tasrik Djibran tersebut. Dimana kata Herwin, dinas pendidikan kabupaten Banggai peduli dengan bahasa daerah Balantak dan Saluan yang sudah jarang digunakan para generasi muda saat ini. Dengan harapan bisa dijadikan sebagai wahana peningkatan dan pelestarian nilai-nilai budaya serta kearifan lokal.

“Atas nama pemerintah daerah kabupaten Banggai, saya menyambut baik dilaksanakan kegiatan ini yang bertujuan menjadi wahana meningkatkan dan melestarikan nilai-nilai budaya serta kearifan lokal yang dimiliki masyarakat kabupaten Banggai,” katanya.

Lebih jauh Herwin Yatim mengatakan, bahasa merupakan media penyampaian gagasan yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Melalui bahasa, seseorang bisa berkomunikasi dengan yang lainnya. Untuk itu, Bupati Banggai Herwin Yatim berharap agar hal ini dapat digunakan oleh masyarakat secara baik dan benar.

Apalagi lanjutnya, bahasa Balantak dan Saluan merupakan aset berharga yang harus dipelajari dan dikembangkan oleh semua elemen masyarakat kabupaten Banggai dan dijadikan sebagai identitas daerah.

“Banyak kerancuan dan kesalahan yang masih sering terjadi dalam pengunaan bahasa, baik bahasa Indonesia maupun bahasa daerah. Hal ini diakibatkan kurangnya pengetahuan masyarakat terhadap penggunaan bahasa secara tepat. Oleh karena itu, pembelajaran dan sosialisasi penggunaan bahasa yang tepat dan efektif merupakan tuntutan yang harus dijawab,” tegasnya.

Herwin Yatim yang juga ketua DPC Partai PDI-P Kabupaten Banggai ini berharap, dengan disahkannya bahasa daerah Balantak dan Saluan akan lebih memberikan profesionalisme terhadap pendidikan di kabupaten Banggai. (stv)