Home / Indeks / TAJUK | Angkutan Konvensional Dituntut Lakukan Inovasi

TAJUK | Angkutan Konvensional Dituntut Lakukan Inovasi

ZAMAN berubah, kreativitas manusia pun berkembang. Hal-hal yang dianggap sulit atau bahkan mustahil di masa lalu, kini menjadi nyata. Perkembangan teknologi informasi dewasa ini, begitu besar pengaruhnya dalam mempengaruhi perilaku masyarakat di semua sektor kehidupan.

Gejala sepinya pusat-pusat perbelanjaan di kota-kota besar ditengarai akibat dari pola belanja konsumen yang bergeser pada belanja online. Demikian pula di sektor transportasi. Hadirnya angkutan dengan sistem online menjadi pukulan bagi pelaku usaha sektor transportasi konvensional.

Gejala ini tidak hanya terjadi di Jakarta dan kota besar lainnya. Beberapa waktu lalu, taksi dan ojek online sudah hadir di Kota Palu. Tidak memerlukan waktu lama, kehadiran angkutan ini langsung mendapat respons dari masyarakat. Dengan aplikasi yang tersedia di smartphone, konsumen dapat memanfaatkan angkutan online ini untuk banyak keperluan.

Inilah yang meresahkan dan diprotes para sopir dan tukang ojek di Kota Palu. Keresahan itu sangat manusiawi karena menyangkut sumber mata pencaharian. Protes itu juga sangat rasional karena eksistensi angkutan online ini belum memiliki legalitas untuk beroperasi di Kota Palu. Puncaknya adalah aksi protes para sopir di Kantor Dinas Perhubungan Kota Palu, tiga hari lalu.

Bagi pemerintah, tentu masalah ini akan menjadi dilema. Di satu sisi, angkutan online merupakan sebuah fenomena yang sejalan dengan gaya hidup masyarakat di era milenial ini. Sesuatu yang hadir dan diterima sebagai bagian dari gaya hidup akan selalu sulit untuk dibendung dan dimatikan. Di sisi lain, regulasi yang tersedia belum memadai untuk mengakomodasi fenomena baru ini.

Sepanjang belum terakomodasi dalam regulasi yang ada maka selama itu pula eksistensinya bisa dikategorikan ilegal. Membiarkan sesuatu yang ilegal adalah pelanggaran. Apalagi kehadiran sesuatu yang ditengarai ilegal itu mengusik pihak lainnya yang eksistensinya justeru diatur dan dilindungi secara legal. Angkutan konvensional terikat oleh berbagai aturan secara ketat. Menjadi tidak adil kalau yang terikat berbagai aturan itu dipaksakan berkompetisi dengan lawan yang tidak terikat aturan.

Meskipun demikian, para pelaku usaha angkutan konvensional ini tidak boleh menutup mata terhadap perkembangan kebutuhan dan selera konsumen. Bila pun saat ini disepakati moratorium pengoperasian angkutan online di Kota Palu, itu bukan penyelasaian akhir yang permanen. Sebab kehadiran angkutan online ini adalah bagian dari perkembangan zaman yang sulit untuk dielakkan.

Untuk menghadapi situasi seperti ini maka tidak ada pilihan lain bagi pelaku usaha transportasi konvensional kecuali melakukan inovasi. Bertahan pada regulasi yang ada sekarang mungkin ampuh untuk sementara waktu saja. Sebab sebuah regulasi tidak bersifat statis melainkan dinamis. Bisa berubah dan diubah sesuai dengan perkembangan masyarakat pada suatu kurun waktu tertentu. Maka selama moratorium masih berlaku, inilah saatnya untuk melakukan inovasi dan transformasi menyesuaikan zaman yang cepat berubah. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Mayat Bayi Mengapung di Sungai Ramba Palu

PALU- Masyarakat Jalan Sisingamangaraja (Sigma) Lorong Simaja 3, tepatnya di sekitar Sungai Ramba Palu, digegerkan ...