Desa Ganda Ganda Morowali Utara Diterjang Banjir Bandang

0
546
Warga Dusun II, Desa Ganda Ganda, Kecamatan Petasia, Morowali Utara membersihkan lumpur pasca banjir bandang, Kamis (12/10) dini hari. (Foto: Ilham Nusi)

MORUT – Banjir bandang kembali menerjang wilayah Dusun I, II dan V Desa Ganda Ganda, Kecamatan Petasia, Morowali Utara, Kamis (12/10) dini hari. Peristiwa kali ini lebih parah dibanding tiga kejadian serupa di wilayah tersebut.

“Banjir ini sudah keempat kalinya menimpa desa kami. Tapi ini lebih parah dari tiga banjir sebelumnya,” kata Kepala Desa EU K Lenta saat ditemui Radar Sulteng di lokasi banjir bandang, Kamis siang.

Menurut Lenta, meski banjir ini akibat curah hujan yang tinggi dan berlangsung beberapa jam sebelumnya, namun masyarakat menduga kiriman air bercampur batu dan lumpur itu juga akibat luapan air dari chek dam atau Dam Pengendali pasca tambang PT Mulia Pasifik Resource.

“Sama dengan Juli 2012, banjir bandang menghantam desa kami akibat check dam PT MPR meluap,” ujarnya.

Lenta menambahkan, dari ketiga wilayah Ganda Ganda, hanya rumah warga Dusun II dan V tergenang air. Sementara Dusun I hanya longsor di sekitar Poskesdes setempat. Belum diketahui total kerugian materi akibat banjir semalam ini.

“Sedikitnya 19 rumah warga Dusun II dan dua rumah warga Dusun V tergenang air dan lumpur. Ada pula gorong-gorong yang rusak di Dusun V, tapi sekarang sudah bisa dilalui,” tandasnya.

Humas Eksternal PT MPR Ratnawati bersama sejumlah karyawan perusahaan tambang nikel itu terlihat di salah satu ruangan kantor Desa Ganda Ganda. Beberapa warga korban banjir tampak silih berganti ke ruangan itu. Rupanya mereka mendapat bantuan setelah proses validasi data kerugian.

“Saya dapat uang pembersihan rumah sebanyak tujuh ratus ribu rupiah. Untuk kerrugian lainnya akan dihitung lagi,” kata warga Dusun II, Eda Kilihi kepada Radar Sulteng.

Guru SD Negeri Ganda Ganda itu menceritakan saat banjir terjadi dia sedang tertidur lelap. Dia bersyukur masih selamat dari peristiwa itu.

“Tidak ada yang membangunkan saya. Karena saya tinggal sendiri. Saat bangun rupanya air sudah masuk sampai dalam kamar,” kata Eda.

Endang, mengaku sedang tertidur. Maklum katanya, kala itu hujan masih deras. Putri dari Eda itu yang juga sedusun dengan ibunya ini bahkan mengaku hampir lari keluar rumah jika tidak segera tersadar hanya menggunakan pakaian minim.

“Air sudah sampai pinggang. Tapi syukur saya tidak sampai keluar rumah sebelum berpakaian lengkap,” ujarnya.

Meski mengalami kerugian, Endang mengaku tidak memanfaatkan situasi itu untuk meminta ganti rugi ke PT MPR. Yang penting perusahaan itu sudah mau bertanggungjawab kepada korban banjir.

“Barang-barang saya banyak yang rusak. Boleh dibuktikan. Tapi saya tidak mau ambil untuk dari kejadian ini. Yang penting kami selamat itu sudah syukur,” pungkasnya.

Terkait tudingan warga, Ratnawati mengaku banjir ini murni musibah alam. Sebab menurutnya, check dam 108 yang lokasinya dekat Ganda Ganda sudah lama ditutup.

“Sejak banjir terakhir (2012) check dam 108 sudah ditutup. Tadi karyawan sudah naik ke atas untuk memastikannya. Jadi ini murni musibah alam,” jelas Ratnawati.

Meski demikian, kata Ratnawati, PT MPR masih tetap peduli dengan masyarakat Ganda Ganda. Karena itu, mereka memberikan bantuan sosial kepada seluruh korban banjir.

Selain pemberian dana pembersihan lumpur dan kerusakan harta benda, dia juga mengaku PT MPR memberikan ganti rugi sebesar Rp20 juta kepada Anwar yang salah satu rumahnya harus dibongkar. Pasalnya, rumah berbahan kayu itu menjadi salah satu penyebab luapan air sungai di Dusun II Ganda Ganda.

“Rumah itu dibangun di atas anak sungai atau persis di atas tanggul sungai. Seharusnya pemerintah daerah tidak mengizinkan hal itu. Wacana pembongkaran sudah lama, tapi manajemen kami menolak mengganti rugi karena dimintai dana Rp75 juta dan sebidang tanah,” tandas Ratnawati.

Terkait kerusakan gorong-gorong atau jembatan Dusun V, Ratnawati mengaku pihaknya sudah melakukan perbaikan. Begitu pula pada jaringan air bersih sudah dibenahi, termasuk pengamanan kabel listrik yang melentur mendekati permukaan tanah.

“Tidak ada laporan banjir menggenang gedung sekolah selain yang sudah saya sebutkan itu,” katanya.

Bukan hanya di Ganda Ganda, tambah dia, PT MPR juga memberikan bantuan sosial kepada dua pemilik rumah yang tergenang banjir di Desa Tontowea, Petasia Barat.

“Hujan deras juga mengakibatkan dua rumah warga Tontowea digenangi air. Karena itu masih lingkar tambang PT MPR makanya kami juga melakukan hal yang sama seperti di Ganda Ganda,” jelas Ratnawati.

Sebelum melakukan pertemuan dengan para korban banjir, Ratnawati memastikan alat berat perusahaan akan tetap diparkir di desa tersebut. Sementara dana sosial pasca banjir akan dibagikan hari itu juga.

“Kami ingin masyarakat tetap mendapatkan haknya. Sebab itu kami berusaha semampu perusahaan,” pungkasnya.

Masih di Dusun II, Wakil Ketua BPD Ganda Ganda Bambang, memastikan salah paham tentang bantuan pasca banjir dari PT MPR sudah berhasil diselesaikan. Sebelumnya, warga setempat melakukan pemalangan jalan karena tersiar kabar dana pembersihan lumpur hanya diterima sebagian saja.

“Ada isu, dana pembersihan tidak lagi utuh karena akan dipotong. Setelah cukup lama menjelaskan akhirnya warga bisa mengerti dan menghentikan pemalangan jalan,” kata Bambang kepada Radar Sulteng.

Sementara itu, Camat Petasia Warda Faozah Ali memastikan Pemkab Morut telah melakukan pendataan guna langkah penanganan pasca banjir.

“Saya sudah berkoordinasi dengan OPD terkait. Yang penting sekarang kita melakukan penanganan secepat kemampuan kita,” sebut Warda.

Terpisah, Kepala BPBD Morut Musda Guntur juga meninjau langsung lokasi banjir. Dia bahkan turun ke anak sungai untuk memastikan rumah Anwar benar dibangun di atas aliran sungai.

Terkait penanganan korban banjir, Musda sudah mengerahkan petugas BPBD untuk bergerak cepat.

“Pendataan untuk tindakan selanjutnya sudah kami lakukan. Mudah-mudahan tidak ada banjir susulan agar penanganan ini cepat tuntas,” ujar Musda.

Pantauan media ini, sedikitnya dua unit alat berat, dua mobil tangki air, dan belasan truk dikerahkan untuk membersihkan material sisa banjir.

Tampak pula aparat Polri dan TNI di lokasi itu. Sementara warga korban banjir masing-masinge mebersihkan sisa lumpur di rumah mereka. (ham)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here