Di Balikpapan, Taksi Online Bakal Ditempeli Stiker Khusus

0
242
Ilustrasi (@afp)

BALIKPAPAN – Keberadaan taksi online di Kalimantan Timur (Kaltim) terus diatur. Selain tarif dan kuota, pengaturan juga mencakup wilayah operasi laiknya taksi konvensional.

“Misalkan yang domisili Samarinda tidak boleh ke Balikpapan atau keluar daerah, begitu pula sebaliknya. Cuma dia agak berbeda dengan angkot,” jelas Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim Salman Lumoindong sebagaimana dilansir Prokal, Jumat (13/10).

Namun, dia mengakui cukup sulit mengenal taksi konvensional dengan berbasis online. Perbedaan itu ada pada pelat kendaraan.

Angkot dan taksi konvensional menggunakan pelat kuning. Sedangkan taksi berbasis online tetap berwarna hitam.

Dishub sudah berancang-ancang menyiapkan alternatif.

Taksi online tetap diperkenankan menggunakan pelat hitam, tetapi akan diberi stiker khusus.

Di sisi lain, pelat taksi online juga akan berbeda dengan kendaraan pribadi pada umumnya.

“Taksi online nanti diberi stiker khusus. Kemudian untuk pelat kendaraan mungkin dari kepolisian yang akan berikan kode khusus,” beber Salman.

Dia menambahkan, driver taksi online yang melakukan pelanggaran akan diblokir.

Namun, pelanggaran itu harus berdasarkan aduan. Mekanismenya adalah pengguna aplikasi mengadukan terlebih dulu ke Dishub Kaltim.

Aduan itu akan diselidiki lalu diteruskan ke Kementerian Perhubungan.

“Nanti di sana yang men-suspend akun driver bersangkutan. Itu untuk meminimalisasi adanya tindak kriminalitas seperti yang terjadi di London,” jelasnya.

Untuk saat ini, Samarinda mendapat 200 taksi online. Sementara itu, Balikpapan kebagian 150.

Dengan kuota itu, Go Car, Uber, dan Grab yang berkompromi. (cyn/aya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.