Munir, Penderita Gagal Jantung Butuh Uluran Tangan

0
279
Bayi Munir sedang berbaring di tempat tidur RSUD Undata Palu. (Foto: Masyithah Aisia)

PALU – Munir, sapaan Munir Ahmad, anak kedua dari pasangan Zakaria dan Ramadhan. Di usianya 1 tahun, ini harus merasakan sakit yang mengharuskan dirawat inap di RSUD Undata Palu. Dia diagnosa menderita penyakit kelainan jantung bocor atas bawah, dan terdapat kista pada empedunya. Untuk pengobatan selanjutnya, Munir dirujuk ke Jakarta. Zakaria, ibunda Munir, berharap ada uluran tangan masyarakat untuk pengobatan anaknya itu.

Zakaria menceritakan, pada awalnya, kondisi kesehatan Munir telah diagnosa ususnya bermasalah, sejak umur kandungan ibunya delapan bulan. Dan sejak saat itu, Zakaria tidak diizinkan pulang oleh pihak rumah sakit. Menurut dokter, kecil kemungkinan anaknya untuk hidup.

Kemudian, lahirlah Munir secara prematur, dengan usia kandungan delapan bulan. Demikian itu membuat Zakaria bekerja keras dengan terus meminta bantuan ke mana saja, agar ia dapat membawa anaknya  berobat. Hingga bantuan yang diperoleh bisa membawa anaknya untuk menjalani operasi di rumah sakit di Kota Denpasar.

“Alhamdulillah pada saat operasi anak saya terlahir dengan sempurna, juga kondisi kesehatannya sehat wal afiat, dengan lahir umur delapan bulan,” tuturnya Zakaria yang ditemui di RSUD Undata Palu belum lama ini.

Sejak setahun lalu, dokter menyatakan bahwa ada kelainan jantung Munir. Bocor halus dengan kemungkinan bisa menutup sendiri, bisa juga semakin membesar. Dan juga pada kantong empedunya adanya saluran cairan yang sampai saat ini terus dijaga dengan pengobatan dan harus dioperasi.

Olehnya, Zakaria sangat membutuhkan bantuan dan uluran tangan masyarakat yang ingin membantu proses pengobatan anaknya yang terbilang sangat mahal. Untungnya kata Zakaria, sejak anak belia dirawat dengan bantuan masyarakat maupun komunitas yang ada di Kota Palu.

“Kondisi saat ini lumayan membaik dengan menjalani pengobatan juga mengkonsumsi makanan dari infus juga diseling dengan minum susu,” urianya.

Dia berharap agar kesembuhan Munir. Setidaknya dapat bermain dengan anak pertamanya, kakak Munir, tanpa memakai oksigen. “Kalau seandainya Allah berkehendak lain saya pasrah dan ikhlas. Maka saya sebagai seorang ibu hanya berusaha melakukan yang terbaik untuk kesembuhan anak saya. Hingga setelah ini pengobatan akan dirujuk ke Kota Jakarta, untuk mengatasi khusus kelainan jantung,” tutur zakaria. (cr1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.