BKSDA Sulteng Lepasliarkan Tiga Ekor Burung Rangkong

0
143
Pelepasan burung rangkong di Cagar Alam Pangi Binangga, Kabupaten Parigi Moutong, Sulteng, Jumat (20/10). (Foto: BKSD Sulteng)

PARIMO – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulteng melepasliarkan tiga ekor burung rangkong jantan di Cagar Alam Pangi Binangga, Kabupaten Parigi Moutong, Sulteng, Jumat (20/10) .

Tiga ekor burung rangkong yang mempunyai nama ilmiah Aceros Cassidix ini merupakan hasil temuan BKSDA Sulteng pada 14 Oktober 2017 silam. Saat itu, BKSDA Sulteng berhasil menggagalkan penyelundupan burung rangkong yang diisi dalam sebuah kardus dari Kabupaten Buol ke Kota Palu menggunakan rental.

Kepala BKSDA Sulteng, Ir Noel Layuk Allo MM, yang ikut dalam kegiatan tersebut memberikan apresiasi kepada petugas BKSDA Sulteng karena telah berhasil menyelamatkan dan melestarikan satwa yang dilindungi undang-undang. Kepala BKSDA Sulteng juga mengimbau masyarakat agar tidak memperdagangkan secara illegal satwa liar yang dilindungi. Karena satwa-satwa tersebut pada dasarnya dapat dimanfaatkan melalui mekanisme penangkaran.

Menurutnya, cagar alam Pangi Binangga dipilih sebagai tempat pelepasliaran karena Pangi Binangga merupakan salah satu habitat alami dari burung rangkong sendiri. “Namun, dari empat burung rangkong ini, satu diantaranya mati berjenis kelamin betina,” terangnya.

Kepala Seksi Wilaya 1 BKSDA Sulteng, Haruna so M Sc yang mendampingi pelepasliaran menambahkan, burung rangkong adalah salah satu satwa endemik sulawesi yang dilindungi PP No 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa. Sebelum pelepasliaran burung rangkong tersebut mengakui pihaknya telah mengadaptasikan selama tujuh hari di kandang transit Kantor BKSDA Sulteng. “Yang mati satu ekor karena saat kami temukan memang sudah loyo, apalagi mulutnya dilakban saat di selundupkan, hanya sehari berselang dari penemuan itu sudah mati, ” jelas Haruna.

Siapa pemiliknya, Haruna menyebutkan hingga saat ini pihaknya masih mengupayakan melacak dari nomor telepon yang berada di kardus burung rangkong saat diselundupkan. “Kami juga bekerjasama dengan aparat penegak hukum. Karena sampai saat ini pemiliknya belum diketahui,” tutupnya. (*/acm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here