Gendong Warga Miskin Pergi Berobat, Iptu Chandra Dipromosi Jadi Kapolsek Batui

0
51
Kapolsek Bunta, Iptu Chandra, SH mengendong warga Suku Saluan di Simpang Raya Kabupaten Banggai Provinsi Sulawesi Tengah yang sedang sakit dengan perjalanan sekira 5 kilometer, melewati sungai, jalan berbukit, semak belukar untuk menuju RSUD Luwuk, Senin (16/10). (Foto: Istimewa)

LUWUK – Iptu Chandra SH, sang penyelamat warga suku terasing yang sempat viral di media sosial hingga mendapatkan penghargaan promosi. Surat telegram Kapolda Sulteng tentang mutasi personel polri di jajaran Polda Sulteng itu, diketahui Chandra pada empat hari setelah aksi simpatik yang dilakukannya terhadap diri Isak Linggi (43), warga suku terasing Dusun Mumpe, Desa Doda Bunta, Kecamatan Simpang Raya, Kabupaten Banggai.

Informasi kepindahan polisi berpangkat dua balak itu, tembus ke telinga tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda dan tokoh masyarakat di kecamatan Bunta. Sehingga, mereka kurang terima dengan keputusan mutasi tersebut karena merasa masih memerlukan sosok Kapolsek yang dikenal dekat dengan masyarakatnya. Mereka mencoba untuk bertemu dan bertatap muka dengan kapolres Banggai. Namun hal itu tidak diizinkan Chandra, karena tujuan kedatangan mereka adalah untuk menahan atau meminta pembatalan keputusan.

Bagi Chandra, sebagai abdi negara, mutasi merupakan hal biasa dan wajib hukumnya untuk dilaksanakan. Tidak ada alasan untuk menolak keputusan pimpinan, meski warga masih menahannya.

“Mereka sudah datang ke saya dan meminta untuk bertemu kapolres. Tujuan kedatangan mereka adalah meminta agar saya tidak dipindahkan. Namun saya menolak keinginan mereka. Bagi saya soal mutasi itu hal biasa dan wajib dilaksanakan,” jelasnya.

Sementara di tempat terpisah, Kapolres Banggai, AKBP Heru Pramukarno SIK yang dihubungi koran ini membenarkan surat telegram kapolda tentang pemutasian personel polri di jajaran Polda Sulteng.

“Benar, surat telegram kapolda tentang mutasi telah turun,” ucapnya.

Dijelaskannya, mutasi pada jajaran polri merupakan hal biasa. Apalagi untuk jajaran polres Banggai, mutasi bukan hanya diperuntukan bagi Iptu Chandra, tapi ada beberapa pejabat lain yang ikut dimutasi.

Ketika ditanyakan apakah nama Iptu Chandra merupakan usulannya, dengan tegas dia mengatakan iya.

“Mutasi kapolsek Bunta ke Batui itu merupakan usulan saya,” terangnya.

Heru berharap, kinerja Iptu Chandra semasa menjabat sebagai kapolsek Bunta bisa diterapkan pada jabatan baru sebagai kapolsek Batui. Dan yang terpenting kata mantan kapolres Bangkep itu, selama melaksanakan tugas jangan pernah menyakiti hati rakyat.

Harapan Heru juga ditujukan kepada beberapa perwira lain yang ikut dalam rotasi tersebut, seperti jabatan kabag ops, Kapolsek Luwuk, Kapolsek Bunta dan Kepala Polisi Sub Sektor Kawasan Pelabuhan Luwuk.

Kabag Ops Polres Banggai, yang sebelumnya dijabat Kompol Margiyanta, kini dipercayakan kepada Kompol Djamaluddin Darise, mantan kabag ops Polres Bangkep. Margiyanta dipercayakan menjabat Kabag Sumda Polres Bangkep.

Kapolsek Luwuk dijabat  AKP E. Agus Waluyo Djati. Perwira dari kesatuan brimob polda Sulteng itu, mengantikan AKP Suwardi, yang telah dipercayakan Kapolda sebagai Kabag Ops Polres Bangkep mengantikan Djamaluddin Darise.

Kapolsek Bunta dipercayakan kepada Iptu Jimyarto Anasim. Jabatan Kepala Pol Sub Sektor Kawasan Pelabuhan Luwuk yang sebelumnya dijabat Jimyarto Anasim itu, kini dijabat oleh Iptu Andi Syamsuri, mantan kapolsek Batui. Jabatan Andi Syamsuri sebelumnya itu dipercayakan kepada Iptu Chandra. (stv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here