Penembak Misterius Beraksi di Jalur STQ

0
148
Kapolres Palu AKBP Mujianto saat melakukan pemeriksaan langsung mobil yang digunakan korban saat ditembak OTK. (Foto: Wahono)

PALU– Kasus penembakan yang terjadi di wilayah eks STQ Jalan Soekarno Hatta, Selasa(24/10) sekitar pukul 00.30 wita.

Korban yang diketahui bernama Iswanto tertembak pelaku di bagian paha. Hingga saat ini pelaku masih misterius dan masih dalam penyelidikan polisi.

Dugaan sementara bahwa aksi tersebut dilakukan oleh kelompok begal yang akan melakukan perampokan  terhadap korban.

Kapolres Palu AKBP Mujianto kepada Radar Sulteng menjelaskan, saat itu kendaraan Avanza DN 305 MA yang berpenumpang sebanyak 5 orang, yakni Omar Syarif (sopir), Wanto, Heriyanto, Eka Prasetya, Iswanto (korban terkena tembakan) bergerak dari arah Jalan Hangtuah menuju bundaran STQ Jalan Soekarno-Hatta menuju Jalan Soekarno Hatta.

“Para korban elihat kurang lebih 15 orang sedang duduk di bundaran tersebut. Pada saat kendaraan korban melintas langsung dikejar pelaku yang menggunakan dua kendaraan sepeda motor matic dengan jumlah pelaku 4  orang berboncengan,” ungkap Kapolres mengutip pengakuan korban saat melakukan pemeriksaan mobil korban di halaman belakang Polres Palu.

Lanjut Kapolres Mujianto, saat itu pelaku terus melakukan pengejaran mobil korban hingga di depan Palu City Square. Pelaku kemudian memepetkan sepeda motor mereka ke mobil korban dan langsung mengarahkan senjata yang diduga senjata api, sambil berteriak meminta korban untuk berhenti. “Kalau tidak berhenti  saya tembak. Kata pelaku kepada korban,” ujar Mujianto.

Masih menurut mantan Kapolres Buol itu, korban yang panik melihat pelaku menodong senjata saat bersiap tancap gas, bersamaan dengan itu salah seorang pelaku yang memegang senjata langsung melepaskan tembakan dan kaca tengah mobil yang mengenai paha sebelah kiri  salah satu penumpang yakni Iswanto.

“Korban mengetahui lukanya nanti sudah sampai di jalan Sisingamangaraja. Mengetahui Iswanto yang terkena tembakan, para korban langsung menuju ke Polres untuk melaporkan kejadian tersebut,” ujarnya.

Olah TKP yang dilakukan tim Inafis Polres Palu dan Polda Sulteng saat melakukan pemeriksaan mobil, tidak menemukan proyektil yang tertinggal di kendaraan tersebut. “Kita masih lakukan penyelidikan karena kita belum dapat proyektilnya,” jelas Mujianto.

Informasi yang diperoleh Radar Sulteng, pada awalnya semua korban tidak merasa dibuntututi. Bahkan para korban merasa sudah ditarget oleh orang tidak dikenal, karena saat kejadian ada banyaknya mobil yang melintas dan hanya mobil mereka yang menjadi sasaran. Dalam pemeriksaan mobil hanya didapatkan serpihan timah, sehingga jenis senjata yang digunakan pelaku belum bisa diidentifikasi. (who)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here