Pertikaian Soal Batas Lahan di Palolo, Berakhir Tragis

0
250
Tersangka (GB, red) menjalani pemeriksaan oleh anggota Reskrim Polres Sigi, terkait kasus penganiayaan yang dilakukannya. (Foto: Ist)

SIGI – Permasalahan batas lahan di Desa Bakubakulu Kecamatan Palolo mengakibatkan tiga warga yang berinisial GB (29), ANR (60) dan ASR (30) terlibat perkelahian yang berujung meninggalnya salah seorang dari tiga warga tersebut ANR, Jumat (20/10) pukul 11.30 wita.

Dari informasi yang diperoleh Radar Sulteng di lapangan, kejadian ini berawal dari permasalahan batas lahan kebun coklat milik GB (tersangka, red) dan ANR (korban, red) yang sebelumnya sudah diselesaikan oleh aparat desa di Balai Desa Bakubakulu Kecamatan Palolo. Namun GB belum puas dengan putusan tersebut sehingga GB mengeluarkan kata-kata kasar yang disebarkannya via medsos kepada ANR.

Setelah diketahui korban terkait ucapan kasar tersebut, korban melakukan penghadangan terhadap pelaku (GB, red) saat pulang dari kebunnya dan menanyakan terkait permasalahan tersebut. Adu mulut sempat terjadi hingga datang ASR (korban, red) yang merupakan menantu dari ANR yang hemdak melerai.

Karena pelaku merasa terancam, lalu pelaku melakukan penusukan menggunakan senjata tajam yang dibawanya terhadap ASR sebanyak satu kali, dan selanjutnya menusuk ANR sebanyak satu kali. Namun karena korban ANR melakukan perlawanan, pelaku menusuknya kembali beberapa kali sehingga kedua korban mengalami kritis dan sempat dilarikan ke Rumah Sakit.

Namun ANR tidak dapat diselamatkan, sedangkan ASR sampai saat ini masih dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Palu. “Atas kasus tersebut kami sudah menetapkan GB sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan atau penganiyayaan berat, yang menyebabkan meninggalnya ANR dan penganiyayaan berat yang menyebabkan luka berat terhadap ASR,” ujar Kasat Reskrim Iptu Sigit Suhartanto.

Saat ini, pelaku GB sudah diamankan di Ruang Tahanan Polres Sigi, dengan sejumlah barang bukti berupa satu buah parang dan pisau untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Saat ditemui di ruang kerjanya Kapolres Sigi AKBP Agung Kurniawan SIK membenarkan kejadian itu. Atas kejadian itu tersangka diancam dengan Pasal 338 KUHP Sub Pasal 351 ayat 3 KUHP, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Sampai saat ini Kepolisian Resor Sigi bersama anggota TNI masih menempatkan sejumlah personel di sekitar lokasi kejadian, guna mengantisipasi terjadinya aksi susulan atas terjadinya penganiyayaan berat tersebut.(ndr/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here