Heboh ! Pemuda Nikahi Dua Wanita Sekaligus

0
566
Belakangan rencana pernikahan pemuda bernama Cindra viral di media sosial (medsos). Sebab ada yang tak biasa, di foto pre-wedding-nya itu menandakan Cindra mau menikahi dua perempuan sekaligus, Perawati dan Indah Lestari pada 8 November 2017. (Foto: Yudhi Afriandi/Sumatera Ekspres)

MUBA – Pascarencana pernikahannya dengan dua wanita sekaligus membuat heboh publik, keberadaan Cindra justru belum diketahui. Dia tiba-tiba “menghilang” dari mess PT Petronesia Benimal, di Desa Peninggalan, Kecamatan Tungkal Jaya, Muba, Sumatera Utara.

Tak terlalu sulit menemukan kediaman Cindra di pinggir jalan lintas tengah (Jalinteng) Betung-Sekayu, di Dusun IV, Teluk Kecamatan Lais, Kabupaten Muba, Sumatera Selatan. Terlihat sebuah toko kelontongan berukuran 2×4 meter dan di sana sudah terpasang spanduk besar pernikahan Cindra, dimeriahkan Orkes Melayu Scorpion.

Di sana, Cindra dan orangtuanya Cik Dang dan Nurlaila, tinggal. Namun, kemarin (26/10), Keluarga Besar Cik Dang tak bisa berkomunikasi dengan Cindra, yang bekerja Desa Peninggalan. Lantaran, tak ada sinyal komunikasi di tempat kerja, di tengah hutan perbatasan dengan Provinsi Jambi.

“Cindra masih bekerja dan tinggal di mess,” kata Cik Dang, ayah Cindra didampingi sang istri, Nurlaila. Perempuan itu sibuk melipat undangan dan persiapan pernikahan putranya.

Darinya diketahui kalau Cindra belum bisa izin perusahaan lantaran masih training bekerja di sub-kontraktor PT ConocoPhilips itu. Cindra baru izin cuti dan pulang pada 3 November nanti. Sembari menunggu, keluarga telah menyiapkan segala sesuatu untuk resepsi pernikahan.

Acara bertempat di kediaman Cindra di Dusun IV, Desa Lumpatan II, Kecamatan Sekayu, pada 9 November mendatang. Tak tanggung-tanggung, acara menelan dana hingga Rp100 juta. Tak hanya pakai 30 unit tenda, undangan yang disebar mencapai 1.500 lembar.

Acara akan dihibur organ tunggal sehari semalam. “Kami berkeinginan resepsi Cindra berlangsung sukses,” ucapnya. Tak ayal, Cik Dang harus menjual dua hektare lahan karet miliknya.

Di tengah kehebohan itu, Kementerian Agama (Kemenag) tidak mengeluarkan rekomendasi dan membatalkan pelaksanaan pernikahan Cindra dengan Indah Lestari dan Perawati. “Cindra terpaksa menikah siri dengan kedua wanita itu,” ungkapnya.

Padahal, rencana awal, Cindra akan menikahi Indah secara resmi. Beberapa hari kemudian baru menikahi Perawati secara siri. “Kami akan tetap melaksanakan pernikahan ini,” tandasnya.

Alasannya, selain undangan telah tersebar, semua persiapan telah dilakukan secara maksimal. Tak hanya itu, Keluarga Besar Cik Dang berusaha menjaga perasaan kedua calon besan.

Paman Cindra, Rustam, berharap semua pihak tidak menyebarkan informasi yang salah. Keluarga Besar Cik Dang dan dua keluarga calon besan telah sepakat dan musyawarah melaksanakan pernikahan itu.

“Tidak paksaan dalam pernikahan ini,” bebernya. Buktinya kedua wanita tidak dipaksa dan bersedia dinikahi Cindra. Cerita Cik Dang, dia sendiri sempat tidak menyangka kalau urusan asmara putranya akan seperti sekarang ini.

“Semula niatnya hanya menikahi pacarnya, Indah Lestari. Pernikahan sudah kami tentukan 8 November,” sebutnya. Makanya, sang pacar sudah tinggal di rumahnya. “Memang tradisi di sini, wanita yang hendak menikah, Haruslah bercampur dan tinggal di keluarga laki-laki,” jelasnya.

Tiba-tiba, datang Perawati dan keluarganya datang.  “Perawati mengaku pacar Cindra juga dan minta dinikahi. Berkat rembuk keluarga bersama jadi kami putuskan Cindra menikahi kedua wanita itu sekaligus,” ujarnya. Dengan kesepakatan, Indah dinikahi resmi dan Perawati secara siri.

“Kalau mau nikah resmi dua sekaligus tidak bisa,” sebutnya. Untuk itu, Cik Dang harus menanggung biaya pernikahan anaknya itu. Dia terpaksa menjual kebun  karetnya seluas 2 hektare. Cik Dang memesan hiburan Orkes Melayu Scorpio senilai Rp18 juta. “Ya sudah ini kehendak anak. Orangtua hanya ikut saja,” tegasnya.

Kepala Urusan Agama (KUA) Sekayu, M Yani SAg MSi mengatakan, pernikahan merupakan sesuatu yang sakral dan bukan main-main.

Seorang suami yang ingin berpoligami haruslah mendapatkan persetujuan istri tua dan pengadilan agama. “Ini sesuai Pasal 4 ayat 2 UU No 1/1974,” tegasnya.

Kemenag Muba melalui KUA Sekayu, menegaskan, surat poligami harus diserahkan dalam 10 hari mendatang. Kalau lengkap berkasnya, barulah Cindra bisa menikahi kedua gadis,” cetusnya. (ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here