Empat Kilogram Sabu Gagal Diselundupkan dari Kapal Angkut Sayur

0
255
Tersangka berinisial AT, saat berada di Mapolda Sulteng bersama dengan barang bukti sabu-sabu seberat 4 kilogram yang diamankan bersama dirinya, Kamis (23/11). (Foto: Ist)

PALU – Pengiriman sabu-sabu dengan berat 4 kilogram kembali berhasil digagalkan Tim Khusus (Timsus) Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sulteng, Kamis (23/11) kemarin.  Sabu-sabu asal Pulau Kalimantan ini dikirim melalui kapal tradisional yang kerap sandar di Pelabuhan Wani, Kabupaten Donggala.

Informasi yang dihimpun Radar Sulteng menyebutkan, bahwa sabu-sabu seberat 4 kilogram itu, dibawa oleh salah seorang penumpang kapal tradisional, berinisial AT (28). Peran dari AT sendiri diketahui merupakan kurir dari sabu yang rencananya hendak dipasarkan di wilayah Kota Palu dan sekitarnya.

Penangkapan terhadap warga asal Tomata, Morowali Utara ini pun, terbilang cepat. Timsus yang dipimpin Kasubdit III Ditresnarkoba, AKBP Sembiring, sudah berjaga menanti kedatangan kapal dengan nama lambung Pelita Abadi tersebut, langsung bergerak cepat ketika kapal sandar. Satu persatu orang yang dicurigai mulai diidentifikasi. Hingga akhirnya kecurigaan petugas mengarah kepada AT. Penggeledahan barang bawaan dari AT pun dilakukan sekitar pukul 07.30 wita.

Dari hasil penggeledahan tas ransel yang dibawa pelaku, petugas menemukan empat paket besar sabu-sabu dengan nilai masing-masing 1 kilogram. Sabu-sabu tersebut dibungkus rapi dalam sebuah dos. AT tidak dapat mengelak ketika petugas menunjukkan barang bukti yang diamankan dari dalam tasnya. Kapal yang ditumpangi pelaku ini, juga bukan kapal penumpang, melainkan kapal yang kerap mengangkut hasil bumi berupa sayur dari wilayah Sulawesi Tengah ke Pulau Kalimantan. Seluruh ABK kapal juga langsung dimintai keterangan oleh petugas.

Dikonfirmasi sore kemarin, Kapolda Sulteng, Brigjen Pol Rudy Sufahriadi membenarkan, terkait keberhasilan anggotanya yang kembali mengamankan sabu-sabu dengan jumlah yang cukup besar. Pihaknya, sebut Rudy, juga tetap akan melakukan pengembangan untuk mencari jaringan yang sengaja memasok sabu-sabu asal Tarakan, Kalimantan tersebut. Koordinasi dengan pihak kepolisian yang ada di wilayah Tarakan juga bakal dilakukan.

Apa yang dilakukan anggotanya, sebut Kapolda, bukan suatu kebetulan. Penangkapan sabu dengan jumlah besar ini sendiri, merupakan penyelidikan panjang anggotanya serta kerja keras menggali informasi di lapangan yang tidak henti. “Seperti kita ketahui bersama, pelabuhan-pelabuhan kecil memang kerap dijadikan sarana mereka memasukan barang haram ini, maka ini yang kita perketat, dan hasilnya memang benar ada lagi sabu-sabu yang cukup besar masuk ke Sulawesi Tengah,” sebut Rudy.

Lebih jauh dia menyampaikan, sebagai Kapolda dirinya tidak akan tutup mata melihat prestasi yang dilakukan anggotanya di lapangan. Atas prestasi yang diraih ini pun, Rudy berjanji bakal memberikan reward atau penghargaan kepada para anggotanya di lapangan. “Meski demikian apa yang dilakukan anak buah saya di lapangan, memang bukan hanya mengejar prestasi semata, tapi merupakan tanggungjawab untuk menyelamatkan generasi bangsa dari ancaman bahaya Narkoba,” tandas Kapolda. (agg)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here