Longsor Simoro Sigi, Butuh Tindakan Cepat Pemerintah

0
282
Salah satu pos jaga Kehutanan ambruk, diakibatkan tergerus arus sungai Miu. (Foto; Nendra)

SIGI-Jalan poros Palu-Kulawi di Desa Simoro yang berbatasan dengan Desa Omu Kecamatan Gumbasa terancam putus. Pasalnya sejak diterjang hujan lebat pekan lalu, separuh badan jalan jeblos masuk ke dalam aliran sungai Miu yang berada di bawah jalan tersebut.

Tak pelak lagi, dengan kondisi seperti itu butuh perhatian khusus dari pemerintah daerah, terutama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulteng karena diketahui jalur Palu-Kulawi itu merupakan jalan provinsi. Hal ini disampaikan oleh Kades Simoro Hery Pampow, Jumat (25/12).

Ia mengaku, bahwa kondisi jalan saat ini butuh tindakan cepat dari Pemprov, minimal perbaikan darurat untuk sementara waktu. Pasalnya apabila tidak ada penanganan antisipasi dari pemerintah, hal yang ditakutkan masyarakat jalan itu bisa putus total dan akan melumpuhkan transportasi antar kecamatan dan desa di wilayah itu.

“Ini kalau datang hujan lebat lagi, pasti akan putus total jalan. Karena terus digerus oleh sungai Miu yang berada tepat di bawah jalan ini,” jelasnya.

Hery mengatakan, usai terjadinya longsor pihaknya juga sudah menyurat ke Pemprov Sulteng yakni ke Dinas Binamarga Pemprov Sulteng. Surat tersebut juga diteruskan atau ditembuskan ke Gubernur Sulteng, DPRD Sulteng, Bupati Sigi, Dinas PU Kabupaten Sigi, dan DPRD Kabupaten Sigi.

Menanggapi surat tersebut, beberapa kali pihak Pemprov Sulteng melakukan peninjauan kondisi jalan. Namun masih kata Kades, pihak Pemprov mengaku bahwa saat ini anggaran di tahun 2017 sudah tidak ada lagi untuk melakukan perbaikan.

Sehingga direncanakan akan dianggarkan pada 2018 mendatang. Sementara itu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi juga mengaku tidak bisa berbuat apa-apa selain memfasilitasi atau membantu mendorong agar bisa dilakukan perbaikan secepatnya.

“Kami berharap secepatnya bisa dilakukan perbaikan, soalnya jalur ini tidak hanya menghubungkan antara Desa Simoro dengan Desa Omu saja, namun jalur ini merupakan akses penghubung antar kecamatan dan jalur masyarakat untuk keluar masuk membawa hasil pertanian mereka,” harapnya.

Seperti diketahui, pada Jumat (23/11), terjadi longsor di jalur Kulawi, tepatnya di area pegunungan dari Desa Salua. Kurang lebih ada delapan titik longsor sepanjang jalur dari Desa Salua menuju ibu kota Kecamatan Kulawi.(ndr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.