Mahasiswi Untad ini Tulis Surat Permintaan Maaf Sebelum Gantung Diri

0
102
Ilustrasi

PARIMO – Entah apa yang membuat seorang mahasiswi Untad, Dian Natasia (19) asal Kota Raya Barat, Kecamatan Kota Raya Barat, Kabupaten Parimo, mengakhiri hidupnya dengan menggantung diri, Sabtu (2/12).

Ia ditemukan tewas gantung diri sekitar pukul 18.30 Wita di Dusun Umbul Sari Desa Kotaraya Barat, Minggu (26/11) saat korban baru saha pulang dari Palu.

Korban kemudian tidur di rumah kakeknya Wayan Merta (65). Kemudian pada Jumat (1/12), korban  bermalam di rumah orang tuanya, Kardiono (40), Sabtu (2/12).

Menurut Kapolres Parimo, AKBP Sirajuddin Ramli, beberapa jam sebelum ditemukan tewas, korban masih terlihat menggendong adiknya. Kemudian, orang tuanya meninggalkan korban untuk berjualan di kios. Setelah itu pukul 17.00 Wita, orang tua korban pulang ke rumah dan hendak memanggil korban, namun tidak ada jawaban.

“Orang tuanya hendak memasak, namun kamar korban dalam posisi terkunci,”ujar Sirajudin, Minggu (3/12).

Sirajudin menambahkan, karena pintu kamar korban terkunci dan tidak menjawab saat dipanggil, kemudian, Kardiono (ayah korban) mendobrak pintu, namun kamar dalam kondisi gelap, karena lampu dipadamkan.

“Kardiono hendak membangunkan anaknya yang dikira masih tidur, namun setelah dilihat dikamar tidak ada korban di dalam kamar,”jelasnya.

Kemudian, Kardiono menanyakan kepada istrinya, Ni Ketut Ciri Anastasya. Setelah dicek dan menarik pintu, korban terlihat dalam posisi terlilit tali pada lehernya dibelakang pintu dalam posisi tergantung.

Saat ditemukan, kondisi korban sudah tidak bernyawa dan ditemukan di tempat tidur sebilah pisau diatas selembar kertas.

“Kertas tersebut bertuliskan jangan tangisi saya mama. Saya terlalu jahat, maaf sudah buat mama susah. Saya sayang mama,” tutur Sirajudin.

Pada saat didatangi di TKP, korban telah diturunkan oleh kedua orang tuanya. “Orang tua menerima secara iklas kematian korban. Murni gantung diri,”kata Sirajudin lagi.

Sementara dari hasil pemeriksaan luar oleh Dokter Puskesmas Mepanga, tanda fisik pada leher terdapat tanda seutas tali melingkar, lidah menjulur keluar warna kehitaman.

Kemudian lebam ujung kedua kaki extrimitas dan lebam kedua tangan. Diperkirakan sudah meninggal sekitar dua jam.

Posisi korban ditemukan dalam keadaan leher terikat, punggung tersandar di dinding kamar, lidah menjulur keluar. (iwn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here