Sejumlah Raja di Sulawesi akan Hadiri Penobatan Raja Tolitoli

0
1469
Persiapan kegiatan Matanggauk, tampak ketua Panitia Iskandar Nasir didampingi Ir Mudjidin Bantilan saat memberikan keterangan Pers terkait pelaksanaan penobatan raja Tolitoli. (Foto: Yuslih Anwar)

TOLITOLI-Panitia pelaksana Penobatan Moh Saleh Bantilan sebagai Raja Tolitoli, sesuai rencana akan dihadiri oleh sejumlah raja, seperti raja Ternate dari Maluku, raja  Gowa, raja Bone dari Sulawesi Selatan serta seluruh raja yang ada di Sulawesi Tengah.

“Pada acara Matanggauk, atau penobatan raja Tolitoli nanti, sesuai agenda akan dihadiri sejumlah raja dari daerah lain, seperti raja Ternate, raja Gowa, raja Bone dan seluruh raja se Sulawesi Tengah. Undangan sudah kami layangkan jauh hari, dan sudah ada beberapa yang memberikan konfirmasi, siap menghadiri undangan pada tanggal 10 Desember nanti,” jelas Ketua Panitia Iskandar Nasir SH MM pada konfrensi pers di rumah adat Nalu Senin kemarin.

Iskandar Nasir menjelaskan, sebelum memasuki puncak acara penobatan raja (Matanggauk), yang bertepatan Hari Ulang Tahun Daerah (Hutda) Kabupaten Tolitoli yang ke 57 pada 10 Desember nanti, serangkaian kegiatan ritual prosesi menuju penobatan, seperti Monoeng (menggantung), Mendirikan (Monondokan) serta Mamalingu (mengumumkan) serta Monambo Ogo (Menimba Air) akan mengawali sebelum puncak acara Matanggauk.

“Jadi Raja Tolitoli akan dilantik dan di atas batu besar yang sengaja didatangkan dari Desa Kapas, sebagaimana tradisi yang berlaku di daerah ini,” terang Islandar.

Pada puncak acara tersebut, menurut Iskandar, sedikitnya 10.000 undangan telah disebar, tidak hanya masyarakat dan tokoh masyarakat Tolitoli, namun ribuan undangan tersebut juga dilayangkan kepada kolega sang raja yang berada di daerah lain.

“Beliau ini selain akan menjadi raja, juga merupakan Bupati dan ketua partai, bahkan pembina Ormas. Sehingga juga akan hadir ketua MPR RI Zulkifli Hasan, Yapto Suryo Saputra serta Kader Pemuda Pancasila,” ungkap Iskandar Nasir.

Iskandar menjelaskan, Tugas dan tanggung jawab Raja kedepan setelah dilantik, akan menjadi pemangku adat yang kemudian akan bekerja dan merumuskan misi menjaga eksistensi dan berupaya merancang pelestarian budaya Tolitoli agar tetap diketahui masyarakat luas.

“Bukan untuk memegang kekuasaan seperti zaman dulu, namun konteksnya, Raja merupakan pemangku adat, yang akan berupaya menjaga adat istiadat daerah ini serta melakukan upaya pelestarian serta menumbuh kembangkan tradisi agar agar eksistensi adat dan budaya asli Tolitoli tetap terjaga,” jelasnya lagi. (yus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.