Jalan Wakai-Kulingkinari, Satu Kilo Diaspal, Sisanya Ditimbun

0
125
Inilah kualitas aspal proyek peningkatan jalan Wakai—Kulingkinari dengan pagu anggaran hampir Rp4,5 Miliar. Warga mempertanyakan kondisi aspal dan diduga proyek tersebut dikerja tidak sesuai perencanaan. (Foto: Mortalib)

AMPANA  –  Proyek peningkatan jalan di Kecamatan Una-Una Kepulauan Wakai jauh dari harapan dan diduga kuat dikerja asal-asalan. Pasalnya, anggaran proyek peningkatan jalan Wakai—Kavetan hingga desa Kulingkinari sepanjang sekira 5 kilometer memiliki pagu cukup fantastis yakni, senilai lebih Rp4 miliar.

Fakta di lapangan, proyek peningkatan jalan tersebut hanya sekira satu kilo diaspal dan sisanya ditimbun menggunakan material lokal jenis tanah gunung bercampur batu karang.

Hasil pantauan langsung Radar Sulteng, awal Desember 2017, proyek yang dikerja PT Gaya Prima asal Samarinda, Kalimatan Timur tersebut sudah tidak ada aktivitas lagi. Hanya ada satu alat berat jenis  Stoom wals  dalam kondisi rusak dan ditutup terpal di pinggir jalan menuju Desa Kavetan tidak jauh dari tandon air PDAM. Sedangkan kondisi jalan,  masih bergelombang dan baru diaspal tipis sekira satu kilometeran. Lainnya belum diaspal.

‘’Aspal jalan ini menggunakan aspal karung. Sehingga kualitas aspal kurang bagus dan seperti tidak merekat. Kasihan masyarakat kepulauan kalau model pembangunan seperti ini. Mungkin karena jauh dari pantauan pihak berwajib (polisi dan jaksa) cara kerjanya asal-asalan,’’ ungkap warga Wakai yang mengaku bernama Amin.

Amin yang sering menggunakan jalan poros Wakai –Kulingkinari menjelaskan, sesuai papan proyek yang ditempel di pohon kelapa, semestinya proyek peningkatan jalan tersebut melihat pagunya hampir Rp4,5 miliar sudah bisa diaspal semua. Namun faktanya, baru sekitaran satu kilometer yang diaspal. Lainnya, belum diaspal dan hanya ditimbun menggunakan tanah gunung berwarna kuning bercampur batu karang.

‘’Tanah timbunannya mudah didapatkan karena sebagian besar gunung di sini kondisi tanahnya seperti yang digunakan menimbun jalan ini. Melihat pagunya miliaran harusnya proyek peningkatan jalan Wakai—Desa Kulingkinari sepanjang 5 kilomter sudah bisa diaspal semua. Aneh juga ada proyek peningkatan jalan tapi faktanya tidak diaspal semua. Perlu dipertanyakan bagian perencanaannya,’’ keluhnya.

Sementara dari papan proyek yang dipasang di pohon kelapa tersebut, leading sektornya melekat pada Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Sulawesi Tengah. Nama proyeknya, peningkatan jalan dengan pekerjaan Jalan Wakai—Kulingkinari. Tanggal kontraknya, 06 April 2017 dengan pagu Rp4.495.889.000, tahun anggaran 2017. Pelaksana proyek PT Gaya Prima beralamat, Jalan Juanda, Samarinda, Kalimantan Timur.

Sementara Kepala Dinas Bina Marga Provinsi Sulteng Syaifullah Djafar dihubungi via ponsel mengatakan proyek peningkatan jalan Wakai- Kulingkinari sudah selesai sesuai dengan anggaran yang ada.

Menurut Syaifullah pekerjaan bukan terhenti, tapi karena pekerjaannya sudah selesai. “Jadi pekerjaan itu tidak semua diaspal. Sebagian diaspal, sebagian kerikil. Jadi mungkin karena yang kerikil itu belum diaspal jadi dianggap tidak selesai,” jelas Syaifullah.

Lebih jauh dijelaskan, Kabid Jalan dan Jembatan Dinas Bina Marga Provinsi Sulteng, Asbudianto. Kepada Radar Sulteng, Asbudianto mengatakan proyek peningkatan jalan Wakai-Kulingkinari sudah selesai 100 persen pekerjaannya, sejak tanggal 13 September 2017.

Menurut Asbudianto, belum seluruhnya ruas jalan Wakai-Kulingkinari dikerja karena lokasi anggaran hanya sampai yang dikerja saat ini. “Jadi yang saat ini sudah diaspal baru sekitar satu kilo, sementara yang proses penimbunan sekitar 4 kilo meter, jadi total pekerjaan jalan 5 kilo meter lebih,” kata Asbudianto, Selasa (5/12).

Asbudianto menambahkan, untuk pekerjaan jalan Wakai-Kulingkinari merupakan pekerjaan peningkatan jalan, yaitu mulai pembukaan jalan baru sampai dengan sebagian pengaspalan dan sebagian sisanya masih penimbunan.

Dalam proyek tersebut, pekerjaan tidak ada perubahan sesuai nilai kontraknya yakni, Rp 4 miliar. Ditanya soal perusahaan dari Kalimantan yang mengerjakan proyek? Asbudianto menyebutkan, perusahaan dari Kalimantan merupakan pemenang tender yang menawarkan paling rendah dari beberapa perusahaan yang ikut tender.

“Nilai pagu proyek tersebut Rp 5 miliar, perusahaan dari Kalimantan menawar Rp 4,4 miliar dan merupakan penawaran terendah. Harapan kita seperti harapan masyarakat di Wakai tahun depan bisa ada lagi anggaran yang turun untuk kelanjutan proyek jalan Desa Wakai-Kulingkinari sampai tuntas, atau lebih bagus lagi kalau sampai jalan tembus sampai ke beberapa desa lainnya,” ujarnya. (lib/ron)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here