Digiling Mesin Rotari, Karyawan PT SMI Tewas Kecelakaan Kerja

0
3909

 

Ilustrasi

Tewas Karena Kelalaian Rekan Kerja

*Sekitar pukul 08.20 wita Jumat (8/12), korban yang bernama Tahrir alias Okot beserta tiga rekannya mendapat tugas membersihkan rotari alat pembersih debu yang berada di perusahaan PT Sulawesi Mining Invesment (SMI), Kecamatan Bahodopi, Kabupatn Morowali.

*Setelah mendapat tugas tersebut, korban bersama tiga rekannya pergi ke lokasi rotari alat pembersih debu. Saat melakukan pembersihan, alat pembersih debu dalam posisi off (tidak beroperasi).

*Sekitar pukul 08.30 wita, salah seorang karyawan PT SMI berinisial L yang bertugas sebagai formen melihat semburan debu dari lokasi korban melakuan pembersihan alat pembersih debu.

*Melihat semburan debu tersebut, formen PT SMI berinisial L ini panik dan langsung berlari ke tempat tombol on/off mesin rotari pembersih debu karena mengira mesin rotari pembersih debu dalam posisi on (sedang beroperasi). Namun, bukannya menekan tombol off (warna merah) karyawan PT SMI ini malah salah pencet dengan menekan tombol on (warna hijau).

*Saat menekan tombol on, karyawan PT SMI sambil memegang handphone. Sehingga, tidak melihat bahwa korban Tahrir alias Okot sedang melakukan pembersihan di dalam mesin rotari pembersih debu itu. Alhasil, saat mesin beroperasi tubuh korban ikut tergiling bersama mesin rotari pembersih debu.

*Dalam insiden ini, korban mengalami luka robek di bagian perut dan dana sehingga mengakibatkan korban meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP).

MOROWALI– Insiden kecelakaan kerja di kawasan pabrik nikel yang berada di Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali kembali terjadi. Kali ini, kecelakaan kerja yang menewaskan seorang karyawan tersebut terjadi di lingkup PT. Sulawesi Mining Invesment (SMI).

Yang menjadi korban dalam insiden kecelakaan kerja ini bernama Tahrir alias Okot, warga Desa Mapane, Kabupaten Poso.

Dari data yang berhasil di himpun Radar Sulteng, Jumat (8/12), awalnya sekitar pukul 08.20 wita Okot bersama tiga orang rekannya diperintahkan untuk membersihkan mesin rotari yang merupakan alat pembersih debu di PT.SMI. Mendapat perintah tersebut, Okot beserta tiga rekannya langsung melaksanakannya.

Dalam membersihkan mesin rotari atau alat pembersih debu tersebut, Okot beserta rekannya membagi tugas. Ketiga rekan Okot, membersihkan bagian luar mesin. Sementara Okot, membersihkan pada bagian dalam mesin. Awalnya, kegiatan pembersihan mesin rotari baik-baik saja tanpa ada masalah.

Namun, sekitar pukul 08.30 wita, seorang karyawan PT IMIP yang bertugas sebagai formen berinisial L melihat ada semburan debu dari sekitar lokasi Okot dan rekannya melakukan pembersihan. Kaget akan hal tersebut, formen berinisial L ini langsung panik. Kepanikan L, membuat dirinya tidak konsen dalam mengamankan situasi.

Sebab, saat melihat debu berterbangan L langsung pergi ke tempat tombol on-off dari mesin rotari atau alat pembersih debu.

Akan tetapi, bukannya memencet tombol off L malah memencet tombol on. Saat memencet tombol on, Okot masih berada di dalam mesin melakukan pembersihan. Saat mesin sudah beroperasi, Okot tak bisa berdaya dan membuat tubuhnya ikut tergiling di dalam mesin rotari hingga menyebabkan dirinya tewas di tempat.

Dikonfirmasi terkait kecelakaan kerja hingga mengakibatkan Okot meninggal dunia, juru bicara dan koordinator media relation PT IMIP Site Kabupaten Morowali Dedy Kurniawan membenarkan kejadian tersebut.

Dedy sapaan akrabnya mengatakan, bahwa penyebab tewasnya Okot diduga karena kelalaian salah seorang formen berinisial L di kawasan PT. SMI.

“Iya benar, kejadiannya tadi pagi (kemarin,red). Dugaan sementara ini, akibat kelalaian formen PT. SMI berinisial L. Dari hasil pemeriksaan, diduga L bekerja sambil menggunakan handphone sehingga dia salah memencet tombol dan menyebabkan korban (Okot,red) meninggal dunia,”tegasnya.

Dedy menambahkan, saat ini pihaknya beserta majemen PT. SMI melakukan pemeriksaan mengenai penyebab tewasnya Okot termasuk melihat hasil rekaman CCTV.

Dedy menegaskan, jika dalam rekaman CCTV bahwa korban tewas karena kelalaian formen PT. SMI berinisial L, maka pihaknya akan memberikan sanksi tegas berupa pemecatan.

“Tolong kepada seluruh karyawan tanpa terkecuali, agar tidak menggunakan handphone saat bekerja. Karena, dapat membahayakan nyawa orang lain termasuk anda sendiri. Dan saat ini, jenazah korban (Okot,red) sudah dipulangkan ke kediamannya di Kabupaten Poso. Seluruh biaya baik pemulangan jenazah ke kediamannya hingga lain-lain, akan ditanggung oleh PT. IMIP,”ungkapnya.

Terpisah, Kapolsek Bahodopi IPTU Suprojo saat dikonfirmasi, juga membenarkan insiden tragis tersebut. Suprojo mengatakan, bahwa pihaknya sementara ini  masih melakukan penyelidikan di Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mencari saksi-saksi untuk dimintai keterangan mengenai kecelakaan yang mengakibatkan nyawa seorang karyawan melayang.

“Tim inafis kami sudah turun ke TKP. Sekarang sementara melakukan pemeriksaan. Untuk info selanjutnya, tunggu hasil pemeriksaan yang kami lakukan,”ujar Suprojo. (fcb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.