Nelayan Banggai Ditemukan Terdampar di Bangkep

0
165
Nelayan yang hilang beberapa hari saat melaut, Hamzah Malili saat dievakuasi tim SAR, Minggu (10/12). (Foto: Basarnas Palu)

PALU – Hamzah Malili, nelayan dari desa Tou, Kecamatan Moilong, Kabupaten Banggai, yang turun melaut sejak Kamis (7/12) ditemukan selamat pada Minggu (10/12) dalam kondisi selamat.

“Kondisinya lemas karena terapung-apung di tengah laut kurang lebih dua hari,” kata Kepala Basarnas Kantor SAR Palu, Basrano kepada Radar Sulteng saat di konfirmasi pada Minggu malam.

Menurutnya, nelayan yang berusia 50 tahun ini mengalami mati mesin saat turun melaut Kamis (7/12). Karena kondisi angin kencang akhirnya perahunya yang digunakannya sampai terdampar di Pulau Paisubatu, Kecamatan Banggai Kepulauan.
Lanjut Basrano, warga Paisabatu yang menemukan korban sedang terapung dengan kondisi lemas mengevakuasinya ke daratan. Warga sepakat mengantarnya kembali ke Desa Tou. Namun, kata Basrano, Tim SAR gabungan yang juga mengetahui penemuan korban ini langsung merubah haluan menuju Paisabatu sekitar pukul 14.24 Wita, tetapi saat di perjalanan sudah bertemu warga yang mengantar korban.

“Sehingga serah terima dengan korban dari warga dilakukan di tengah laut,” terang Basrano.

Setibanya di desa Tou, nelayan ini langsung dirujuk ke Puskesmas Toili sekitar pukul 16.45 Wita.
Dengan penemuan korban kata Basrano operasi bersama Tim SAR gabungan ini dinyatakan ditutup.

“Hari ini (kemarin, red) operasi kedua, tapi korban sejak Kamis (7/12) turun melaut,” sebutnya.

Humas Basarnas Kantor SAR Palu, Fatma menambahkan, posisi korban saat mati mesin di sekitar pulau Bangkurung, Kabupaten Banggai Laut. Untuk mengevakuasi korban dari Paisubatu dilakukan oleh Tim SAR gabungan ke desa Tou dengan jarak 45km atau hampir menempuh perjalanan selama 3 jam menggunakan rubber boat.

“Posisi korban terdampar di tengah laut sebelum warga evakuasi ke daratan,” tutupnya. (acm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here